Diabetes Tipe 1 - Penyebab Gejala Pencegahan dan Cara Mengobati

Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis atau menahun yang terjadi saat pankreas atau kelenjar ludah perut tidak dapat memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh atau saat tubuh tidak bisa menggunakan insulin secata efektif.Diabetes tipe I ini adalah jenis diabetes dengan produksi insulin yang rendah dan biasa disebut dengan ketergantungan insulin atau biasa dikenal dengan autoimum diabetes.Namun untuk penyebab pastinya hingga saat ini belum diketahui secara pasti.

Diabetes Tipe 1 - Penyebab Gejala Pencegahan dan Cara Mengobati Dengan Obat Di Apotik Atau Herbal Alami Tradisional

Insulin bertugas untuk mengendalikan kadar gula dalam darah.Sehingga tubuh yang kekurangan insulin bisa meningkatkan kadar gula darah secara cepat dan menyebabkan terjadinya penumpukan yang biasanya disebut dengan hiperglikemia.Hal tersebut terjadi pada diabetes melitus tipe I.

Gejala Diabetes Tipe 1

Gejala-gejala awal Diabetes Tipe 1 atau gejala klasit yaitu:
- Sering buang air kecil terutama ketika malam hari (polyuria)
- Sering haus (Polydipsia)
- Merasa lapar (polyphagia
Kecuali gejala-gejala diatas ada beberapa gejala yang dapat muncul secara tiba-tiba antara lain yaitu:
- Berat badan yang menurun
- Pandangan menjadi kabur karena lensa mata berubah bentuk
- Kelelahan
Gejala Diabetes Tipe 1 bisa berkembang dan dapat memburuk dengan cepat dalam hitungan minggu bahkan bisa juga hari.Apabila penderita tiba-tiba mual,muntah dan nafas yang berat atau nafas berbau seperti buah-buahan,nafsu makan hilang,sakit perut dan demam tinggi,sebaiknya segera periksa ke dokter.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Sebab munculnya penyakit Diabetes Tipe 1 hingga saat ini belum ditemukan namun menurut dugaan penyakit ini sangatlah berpengaruh dengan gen.

Diabetes Tipe 1 merupakan keadaan autoimun.Biasanya sistem pada kekebalan tubuh manusia akan berfungsi untuk melawan dan menghancurkan segala sesuatu yang dianggapnya asing.Misalnya dalam Diabetes Tipe 1,sistem kekebalan tubuh sudah salah dalam menyerang sel-sel pankreas yang menyebabkan produksi insulin menjadi berhenti.Hal ini disebabkan karena kekebalan dalam tubuh menyangka jika hal itu berbahaya untuk tubuh.Tapi sampai saat ini reaksi dari sistem kekebalan tubuh pada sel-sel pankreas bekum diketahui secara pasti namun ada yang meyakini jika hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.Faktor keturunan adalah penyebab utama diabetes yang sejauh ini sudah diketahui.Seseorang dapat berisiko terkena Diabetes Tipe 1 lebih besar jika ada keluarga inti seperti ayah atau ibu sudah pernah menderita penyakit tersebut.

Lingkungan juga dipercaya bisa meningkatkan risiko terkena diabetes misalnya yaitu:
- Virus:Hal ini diungkapkan oleh salah satu teori yang menjelaskan bahwasanya ada beberapa yang dapat merangsang respons autoimun yang dapat menyerang sel-sel yang sudah terinfeksi dengan sel-sel beta pankreas contohnya enterovirus,virus Epstein-Barr,virus rubella,rotavirus dan virus gondongan.
- Obat-obatan dan senyawa kimia
Ada beberapa jenis obat-obatan atau senyawa kimia yang dapat menghancurkan sel-sel pankreas antara lain yaitu pyrinurin dan strepzotocin
- Gluten: Adalah salah satu protein pada gluten yaitu gliadin yang diduga berpotensi untuk memengaruhi perkembangan Diabetes Tipe 1.

Diagnosis Diabetes Tipe 1

Diagnosis Diabetes Tipe 1 yang dilakukan sejah dini memang sangat penting karena pengobatan bisa dilakukan.Apabila anda mengalami gejala diabetes maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter.

Tes Urine dan Glukosa Darah untuk menentukan Kandungan Glukosa

Untuk memperkuat diagnosa,biasanya dokter akan melakukan tes urine dan tes darah.Contoh urine biasanya akan dilihat kandungan glukosanya.Untuk keadaan yang normal,urine tidak mengandung glukosa tapi bisa saja zat tersebut mengalir dan menumpuk pada organ ginjal dan urine apabila anda menderita Diabetes.Kemudian,dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada keton (senyawa yang mengindikasikan Diabetes Tipe 1 yang sudah berkomplikasi) di urine anda.

Jika terdapat glukosa dalam urine maka biasanya anda akan direkomendasikan untuk melakukan tes darah untuk memastikan diagnosis.Contoh darah biasanya akan di umumkan setelah diambil 2 kali yakni glukosa puasa dan dua jam setelah makan.

Sampel darah pada glukosa puasa dilakukan pada pagi hari setelah anda melakukan puasa selama 8-12 jam.Kemudian anda harus meminum cairan yang sudah ditentukan 'untuk melihat kadar gula darah.Kemudian 2 jam setelah itu anda akan diminta untuk melakukan tes glukosa untuk melihat aktivitas insulin pada tubuh anda.

Tes HbA1c
Pada tes ini hasil yang keluar akan menunjukkan kadar gula rata-rata pada darah pasien setelah periode 2 sampai 3 bulan terakhir.Pada tingkat HbA1c dengan angka 6,5% atau lebih maka penderita positif mengidap diabetes.Tes ini juga dipakai untuk melakukan pemeriksaan awal pada orang yang berisiko mengidap diabetes

Tes Autoantibodi
Pemeriksaan ini dilakukan untuk membedakan antara Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 sebelum pasien menderita hiperglikemia.

Pengobatan Diabetes Tipe 1
Diabetes memang tidak dapat sembuh namun pengobatan ini bertujuan untuk tetap menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah dan untuk mengendalikan gejala untuk mencegah komplikasi yang dapat terjadi.

- Langkah Pengobatan Menggunakan Insulin
Pankreas yang terdapat pada tubuh penderita Diabetes Tipe 1 tidak dapat menghasilkan insulin yang membuat tubuh penderita harus menerima asupan insulin setiap hari.Jenis-jenis insulin yang dapat digunakan yaitu:

- Insulin kerja cepat yang memiliki efek tidak tahan lama namun reaksinya cepat
- Insulin kerja singkat yang memiliki efek dapat bekerja sampai 8 jam
- Insulin kerja panjang yang memiliki efek bisa bertahan maksimal sampai satu hari

Pengobatan untuk penyakit diabetes dilakukan dengan kombinasi dari jenis-jenis insulin tersebut.
 Insulin melalui Suntikan

Suntikan adalah cara yang paling sering digunakan untuk memasukkan insulin karena jika insulin diminum melalui tablet maka insulin akan susah dicerna oleh tubuh dalam perut layaknya makanan dan tidak dapat masuk dalam aliran darah.Pertama mungkin dokter akan membantu anda untuk menyuntikkan insulin lalu anda akan diajari untuk menyuntikkan dan menyimpan insulin serta cara membuang jarum dengan benar.Terdapat dua jenis cara yang dapat anda lakukan untuk memberikan suntikan insulin yaitu melalui jarum dan alat suntik atau pena.Seseorang yang menderita diabetes biasanya akan membutuhkan dua sampai empat suntikan dalam satu hari.

Pompa Insulin

Cara lain untuk memasukkan insulin yaitu dengan pompa insulin.Alat yang dipakai memiliki ukuran yang kecil dilengkapi dengan selang kecil beserta jarum pada ujungnya yang berguna untuk menghubungkan pompa ke dalam tubuh anda.Jarum tersebut biasanya akan dimasukkan melalui perut namun ada beberapa yang memasukkannya melalui pinggul,paha,bokong dan lengan.
Pompa ini akan menyalurkan insulin pada aliran darah melalui takaran yang sudah dapat diatur dan anda tidak usah melaukan suntikan lagi tapi anda tetap harus waspada dan selalu memperhatikan kadar gula dalam darah agar menerima dosis insulin dengan tepat.

Pompa insulin sangatlah mudah untuk digunakan oleh semua penderita diabetes tipe 1 khususnya penderita yang memiliki kadar gula darah rendah.Namun untuk di Indonesia sendiri alat ini belum digunakan karena harganya yang sangat mahal.

Pemantauan Kadar Gula darah sehingga bisa tetap seimbang

Menjaga Kadar Gula Darah Agar Tetap Seimbang
Pengobatan diabetes dilakukan untuk menjaga keseimbangan glukosa dalam darah.Anda dapat memulai pengobatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pengobatan insulin untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap normal.Anda membutuhkan
pemeriksaan kadar gula darah secara rutin.

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kadar gula dalam darah yaitu:
- stres
- Frekuensi dan intensitas olahraga
- Penyakit lain misalnya pilek atau batuk
- Mengonsumsi obat lain
- Mengonsumsi minuman beralkohol
- Merubag jumlah hormon saat menstruasi

Kadar gula dalam darah bisa diperiksa dengan tes darah sederhana yaitu berupa tusukan kecil.Tes tersebut biasanya dilakukan oleh orang yang melakukan pemeriksaan kadar gula darah 3-4 kali dalam satu hari.Tipe pengobatan insulin yang anda lakukan akan memengaruhi frekuensi tes yang dibutuhkan.Dokter juga akan diminta untuk menjelaskan kadar gula darah yang ideal.
Di Indonesia,satuan kadar gula darah diukur menggunakan Miligrams/deciliter (mg/dL)

Pemeriksaan Kadar Gula darah secara teratur

Kecuali melakukan pemantauan sendiri setiap hari,sebaiknya anda juga melakukan tes HbA1c setiap 2-6 bulan sekali.Cara ini dilakukan untuk melihat keseimbangan kadara gula darah dan tingkat keefektifan pengobatan yang anda lakukan.

Metode Penanganan Hiperglikemia

Hiperglikemia atau kadar gula darah yang terlalu tinggi bisa terjadi tanpa sebab apapun contohnya porsi makanan yang terlalu banyak,kesehatan yang menurun dan dosis insulin yang kurang.Dengan menyesuaikan dosis insulin dan makanan yang dibutuhkan sangatlah harus dilakukan oleh penderita hiperglikemia.Selain itu.

Hiperglikemia tidak akan mengakibatkan komplikasi yang serius.Lemak dalam tubuh akan diolah menjadi sumber tenaga alternatif dan untuk meningkatkan kadar asam dalam darah (ketoasidosis diabetik).Ketoasidosis diabetik cukup berbahaya dan bisa mengakibatkan penderita mengalami dehidrasi,muntah-muntah,kesadaran menghilang sampai kematian.Oleh karena itu,pasien hiperglikemia harus segera mendapatkan penanganan.Penderita juga akan diberikan infus untuk menambah cairan dalam tubuh misalnya saline dan octasium.

Cara Menangani Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi saat kadar gula dalam darah anda sangat rendah.Keadaan tersebut terjadi pada semua penderita diabetes namun biasanya dialami oleh Diabetes Tipe 1.Hipoglikemia ringan biasanya akan menimbulkan gejala antara lain yaitu lemas,gemetaran,dan lapar.Keadaan tersebut dapat diatasi dengan mengonsumsi minuman dan makanan manis contohnya persoda bukan jenis untuk diet,gula dan kismis.Glukosa murni berbentuk tablet dan cair dan dapat dikonsumsi untuk menangani hipoglikemia dengan tepat.

Sedangkan untuk Hipoglikemia berat bisa menyebabkan penderita diabetes menjadi linglung,mengantuk,dan kesadarn yang hilang.Penderita diabetes juga akan mengalami keadaan tersebut sehingga harus segera diberikan glukagon atau hormon yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat pada otot atau vena.

Hilangnya kesadaran karena hipoglikemi membuat anda bisa kambuh lagi hanya dalam beberapa jam kemudian.Oleh karena itu sebaiknya anda beristirahat.

Pertolongan medis sangatlah dibutuhkan saat anda merasakan kantuk dan tidak sadar setelah 10 menit anda melakukan suntikan glukagon pada otot.

Penanganan Transplantasi Islet

Transplantasi Islet dapat membantu penderita Diabetes Tipe 1.Tapi pada proses ini sel Islet akan diperoleh dari honor yang sudah meninggal lalu ditransplantasikan ke pankreas penderita Diabetes Tipe 1 lalu sel Islet dan pankreas akan menghasilkan insulin.

Penanganan Transplantasi Pankreas

Transplantasi Pankreas dapat mengembalikan kemampuan untuk mengendalikan glukosa tubuh terutama pada pasien Diabetes Tipe 1 dengan keadaan yang fluktuatif atau mempunyai kadar gula darah yang tidak stabil.Tapi langkah ini memiliki risiko yang cukup tinggi karena membutuhkan proses imunosupresi yang sangat berbahaya jika dibandingkan dengan penggantian insulin yang hanya dianjurkan bersamaan setelah transplantasi ginjal.

Obat-obatan Untuk Mengurangi Risiko Komplikasi

Penderita Diabetes Tipe 1 mempunyai risiko yang lebih tinggi terkena komplikasi misalnya stroke,jantung dan penyakit ginjal.Oleh karena itu dokter akan memberikan beberpaa obat berikut ini untuk mengurangi risiko komplikasi,yaitu:

- Obat penurun tekanan darah tinggi

- Statin untuk mengatasi kadar kolesterol tinggi

- Obat-obatan ACE Inhibitor misalnya enalapril,lisinopril atau ramipril apabila dicurigai adanya penyakit ginjal diabetik.Penyakit yang ebrkembang dengan ditandai munculnya protein albumin pada urine dapat dikendalikan jika segera diatasi.

- Aspirin dosis rendah untuk mencegah stroke
Kecuali penanganan medis,dengan menerapkan pola hidup sehat juga dapat membantu untuk mengatasi Diabetes Tipe 1.Misalnya dengan diet rendah karbohidrat,olahraga yang cukup dan menghindari stres.

Komplikasi Diabetes Tipe 1

Kadar gula darah yang tinggi bisa mengakibatkan pembuluh darah,saraf,dan organ tubuh menjadi rusak.Oleh karena itu diabetes bisa mengakibatkan beberapa komplikasi apabila tidak segera ditangani.Meningkatknya kadar gula darah yang tidak signifikan bisa mengakibatkan efek samping dikemudian hari.

Diabetes Retinopati

Diabetes bisa mengakibatkan kerusakan di pembuluh darah pada retina (retinopati).Pembuluh darah bisa tersumbat,bocor dan tumbuh dengan acak yang dapat mengakibatkan cahaya tidak bisa sampai ke retina.Jika dibiarkan,komplikasi ini bisa mengakibatkan kebutaan.

Periksalah mata setiap tahun untuk mendeteksi adanya retinopati sehingga bisa diatasi sedini mungkin.Retinopati diabetik yang sudah diketahui sejak dini bisa diatasi dengan operasi laser.Namun cara ini hanya berguna untuk mempertahankan dan bukan untuk menyembuhkan.

Diabetes Neuropati (Kerusakan Saraf)

Glukosa darah yang terlalu banyak bisa merusak darah halus dan saraf.Cara ini bisa menyebabkan kesemutan atau perih yang dimulai dari ujung jari tangan sampai kaki lalu menyebar ke daerah tubuh yang lain.Neuropati dapat menyerang sistem pencernaan sehingga menyebabkan mual,muntah diare atau konstipasi.

Hal yang umumnya sangat jarang disadari adalah kerusakan pada saraf atau aliran darah yang terhambat seingga bisa mengakibatkan komplikasi di kaki.Apabila hal tersebut terus dibiarkan maka luka dan goresan kecil dikaki penderita diabetes dapat berkembang dan menjadi infeksi serius.

Jika pasien sudah terkena kerusakan sarah serius maka harus dilakukan pemeriksaan secara rutin pada kaki.Namun jika perubahan terjadi maka anda harus berkonsultasi dengan dokter.Komplikasi pada kaki yang harus diwaspadai yaitu:
- Luka yang sembuhnya lama
- Kulit akan terasa panas apabila disentuh

Penyakit Jantung dan Stroke

Penderita Diabetes Tipe 1 cenderung lebih tinggi risikonya untuk menderita penyakit jantung atau stroke.Kadar gula darah yang tidak seimbangd an dibiarkan cukup lama bisa meningkatkan risiko atherosklerosis yakni sejenis penyempitan aliran pembuluh darah yang biasanya terjadi karena akumulasi kolesterol.Komplikasi tersebut bisa meningkatkan risiko komplikasi berikut:

Aliran darah ke jantung menjadi terhambat dan dapat mengakibatkan angina atau biasa dikenal dengan angin duduk. Bisa menyebabkan risiko terkena serangan jantung atau stroke yang dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah di jantung dan otak.

Diabetes Nefropati (Ginjal)

Di dalam ginjal terdapat jutaan pembuluh darah halur yang berguna untuk menyaring limbah darah.Apabila pembuluh darah halus tersumbat atau bocor maka kinerja ginjal bisa menurun.Kerusakan yang terjadi pada ginjal bisa mengakibatkan gagal ginjal

Disfungsi Seksual

Diabetes dapat merusak pembuluh darah halus dan saraf.Sehingga penderita diabetes pria terutama mereka yang merokok dapat mengalami disfungsi ereksi dan biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan.

Kecuali kasus itu,penderita diabetes perempuan juga bisa mengalami disfungsi seksual contohnya kepuasan seksual menurun,gairah seks berkurang,sulit mencapai orgasme,rasa sakit saat melakukan hubungan intim dan vagina kering.

Keguguran dan Lahir Mati Pada Janin

Penyakit ini bisa membahayakan ibu dan janin.Risiko keguguran dan kelahiran mati bisa meningkat jika diabetes tidak mengenali ibu hamil secara keseluruhan.Kadar gula darah yang tidak dijaga saat awal kehamilan bisa membuat janin menjadi cacat dan tentunya meningkatkan risiko bayi cacat lahir.Seorang ibu hamil yang menderita diabetes biasanya akan dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter tentang diabetes yang diderita secara teratur.Sebaiknya anda berkonsultasi dengan rutin untuk memudahkan dokter dalam melihat kadar gula darah ibu dan berguna untuk mengendalikan isnulin yang harus diberikan pada pasien.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top