Diabetes Insipidus - Penyebab, Gejala, Pencegahan Komplikasi dan Pengobatanya

Diabetes Insipidus yaitu sebuah keadaan yang terbilang sangat jarang terjadi dimana seseorang merasakan gejala selalu merasa haus dan pada saat itu juga ia sering membuang air kecil dengan jumlah yang sangat banyak.Jika hal ini terjadi dengan keadaan yang sangat parah maka pendertitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam satu hari.

Diabetes Insipidus - Penyebab, Gejala, Pencegahan Komplikasi dan Pengobatanya

Diabetes Insipidus berbeda dengan diabetes melitus.Diabetes melitus yaitu penyakit jangka panjang yang ditandai dnegan kadar gula dalam darah yang tidak normlal sedangkan Diabetes Insipidus tidak berkaitan dengan kadar gula dalam darah.

Gejala Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus ditandai dengan munculnya rasa haus secara terus menerus namun sering buang air kecil dengan jumlah banyak secara bersamaan.Dalam satu hari penderita bisa mengeluarkan urine dengan jumlah antara 3-20 liter dan biasanya dialami antara 3-4 kali dalam satu jam.

Gejala tersebut tentunya sangat menganggu kegiatan anda dan juga waktu untuk istirahat.Hal tersebut akhirnya membuat anda lelah,mudah marah dan susah untuk berkonsentrasi saat melakukan kegiatan sehari-hari.

Diabetes Insipidus yang diderita oleh anak-anak cenderung susah untuk dideteksi terlebih anak-anak belum bisa berkomunikasi dengan baik.Gejala-gejala yang muncul pada penderita Diabetes Insipidus anak-anak yaitu:
- Menangis secara berlebihan
- Mengompol saat tidur
- mudah marah
- suhu tubuh yang tinggi atau hipertermia
- Berat badan turun dengan alasan yang tidak jelas
- Hilangnya nafsu makan
- Merasa kelelahan dan keletihan
- Pertumbuhan melambat

Apabila gejala-gejala seperti selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak muncul,maka sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus terjadi karena hormon antidiuretik (antidiuretic hormonr/ADH) yang merupakan pengatur jumlah cairan dalam tubuh.Hormon ini dihasilkan oleh hipotalamus yang merupakan salah satu jaringan khusus yang ada di otak.Hormon tersebut disimpan oleh kelenjar pituitari yang sudah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretin jika kadar air yang terdapat di dalam tubuh tidak normal atau terlalu rendah.Antidiuretik bersifat berlawanan dengan diuresis.Diuresis yaitu produksi urine.Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan air dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang dibuang oleh ginjal yang berbentuk urine.

Diabetes Insipidus terjadi karena hormon antidiuretik yang sedikit atau berkurang saat ginjal tidak dapat merespon seperti biasanya pada hormon antidiuretik.Hal tersebut menyebabkan ginjal terlalu banyak mengeluarkan cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat.Seseorang yang menderita keadaan unu biasanya akan selalu merasa haus dan akan minum lebih banyak untuk menggantikan cairan yang sudah hilang.

Diabetes Insipidus dibagi menjadi dua jenis yaitu:

1- Diabetes Insipidus Kranial

Keadaan dimana tubuh tidak dapat menghasilkan hormon antidiuretik dan membuat air terbuang dalam bentuk urine.Berikut ini adalah penyebab umum dari Diabetes Insipidus Kranial,yaitu:
- Kurang lebih 16% Diabetes Insipidus Kranial penyebabnya yaitu karena cedera kepala parah yang akhirnya merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari
- Kurang lebih 20% Diabetes Insipidus kranial penyebabnya adalah komplikasi karena operasi otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari
- Kurang lebih 25% Diabetes Insipidus Kranial disebabkan oleh tumor otak yang merusak hipotalamus atau pituitari.

Diabetes Insipidus Kranial disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini meskipun sangat jarang terjadi,yaitu:
- kanker otak
- Kurangnya oksigen di otak yang mengakibatkan stroke
- Adanya infeksi di otak seperti ensefalitis dan meningitis
- Syndrome Wolfram yang merupakan kelainan genetik langka yang dapat menyebabkan hilangnya pandangan.
Antara 1 dari 3 kasus Diabetes Insipidus Kranial tidak diketahui apa penyebabnya.

2- Diabetes Insipidus Nefrogenik

Diabetes Insipidus Nefrogenik adalah keadaan hormon antidiuretik yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan tubuh namun ginjal tidak sensitif atau tidak memberikan timbal balik pada hormon ini.Biasanya hormon antidiuretik akan mengirimkan tanda-tanda pada jaringan nefron yang ada di ginjal.Nefron yaitu struktur kecil yang mengendalikan beberapa banyak air yang diserap oleh tubuh dan berapa banyak air yang dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk urine.Penderita Diabetes Insipidus Nefrogenik,ginjalnya akan terganggu sehingga tidak dapat menerima tanda-tanda tersebut.Hal tersbeut pada akhirnya membuat penderita akan merasa haus terus menerus karena urine yang selalui terbuang.Diabetes Insipidus Nefrogenik dibagi menjadi dua yaitu:

- Congenital nephrogenic diabetes insipdus dan juga dikenal dengan nama Diabetes Insipidus nefrogenil kongenital.Penyakit ini biasanya sudah diderita oleh seseorang sejak lahir.Tapi terdapat dua jenis perubahan genetika atau mutasi yang menyebabkan Diabetes Insipidus Nefrogenik Kongenital antara lain yaitu AVPR2 dan AQP2.Perubahan genetika AVPR2 biasanya ditularkan dari ibu ke putra dan biasanya terjadi pada 9 dari 10 penderita.Sedangkan untuk perubahan genetika AQP2 terjadi pada 1 dari 10 kasus diabetes insipdus nefrogenik kongenital dan dapat berpengaruh baik pada laki-laki ataupun perempuan.

- Acquired nephrogenic diabetes insipidus
Penderita penyakit ini juga lahir dengan sudah membawa Acquired nephrogenic diabetes insipidus.Penyakit ini disebabkan oleh acquired nephrogenic diabetes insipdus yang palin umum yaitu efek samping dari lithium.Lithium yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi bipolar dan jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang bisa mengakibatkan sel-sel ginjal menjadi rusak sehingga tidak bisa menerima respon dari hormon antidiuretik.

Sekitar 50% orang yang akan mengalami diabetes insipdus nefrogenik setelah mengonsumsi obat ini dalam kurun waktu yang lama.Oleh karena itu akan lebih baik jika anda memeriksakan ginjal secara rutin minimal 3 bulan sekali setelah mengonsumsi lithium.Selain karena lithium,penyakit ini juga disebabkan oleh:

- Obstruksi saluran kemih
terhambatnya satu atau kedua saluran kemih yang menghubungkan organ ginjal ke kandung kemih misalnya batu ginjal

- Pielonefritis atau infeksi ginjal.Organ ginjal rusak karena adanya infeksi

- Hiperkalemia.Kalsium yang terlalu banyak dalam darah yang akhirnya menyebabkan ginjal menjadi rusak

- Hipokalemia.Merupakan jenis potasium dalam darah sedikit sedangkan semua sel di tubuh membutuhkan potasium yang berfungsi.

Diagnosis Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus hampir sama dengan diabetes tipe 1 dan 2 yaitu munculnya rasa haus dan sering buang air kecil.Diagnosis dilakukan dengan menanyakan gejala apa saja yang muncul dan dialami lalu mungkin anda akan melakukan beberapa tes untuk memantapkan diagnosa.Anda mungkin akan diberi rujukan ke dokter spesialis untuk melakukan tes lanjutan antara lain yaitu:

- Tes deprivasi air
Pada tes ini anda tidak boleh mengonsumsi cairan selama beberapa jam dan akan dilihat bagaimana reaksi dari tubuh anda.Apabila keadaan tubuh anda normal maka hanya buang air kecil sedikit saja dengan konsentrasi yang lebih pekat.Namun jika keadaan tubuh anda tidak normal atau menderita Diabetes Insipidus maka anda akan buang air kecil dengan jumlah yang sangat banyak.

- Tes darah dan tes urine
Tes darah ini dilakukan untuk melihat kadar hormon antidiuretik dalam darah.Kecuali darah,tes urine juga dilakuakn untuk melihat beberapa zat yang lain misalnya glukosa,kalsium dan potasium.Urine pada penderita Diabetes Insipidus biasanya akan lebih encer.Apabila kadar glukosa tinggi maka ia menderita diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2.

- Tes Hormon Antidiuretik
tes ini dilakukan untuk melihat reaksi tubuh pada hormon antidiuretik yang diberi melalui suntikan untuk mengetahui Diabetes Insipidus jenis apa yang diderita.Cara ini dilakukan setelah melakukan tes deprivasi air apabila hormon yang diberikan sudah bisa membantu anda berhenti memproduksi urine maka berarti anda menderita Diabetes Insipidus Kranial karena kekurangan hormon antidiuretik.Namun jika tubuh anda tetap memproduksi urine dengan jumlah yang banyak mungkin anda menderita gangguan ginjal atau Diabetes Insipidus Nefrogenik.

- MRI
Apabila dokter spesialis penyakit hormon mendiagnosa anda menderita Diabetes Insipidus Kranial yang disebabkan oleh kerusakan di hipotalamus atau kelenjar pituitari maka MRI akan dilakukan untuk pemeriksaan lebih mendalanm.Pada pemeriksaan ini dokter akan memeriksa hipotalamus atau kelenjar pituitari untuk dilihata apakah ada gangguan atau tidak contohnya terdapat tumor.

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pengobatan dilakukan tergantung pada jenis diabetes yang diderita.Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah urine yang dihasilkan oleh tubuh dan untuk menangani gejala yang muncul.
Pengobatan Diabetes Insipidus Kranial

Apabila anda dalam satu hari menghasilkan urine sebanyak 3-4 liter maka keadaan ini mungkin disebabkan oleh Diabetes Insipidus Kranial ringan dan tidak perlu pengobatan khusus.Anda bisa meredakan gejala yang muncul yaitu dengan meningkatkan konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi dan dokter juga mungkin akan merekomendasikan pada anda untuk mengonsumsi air sebanyak 2,5 liter dalam satu hari.

Apabila keadaan yang anda alami cukup parah dan disebabkan oleh rendahnya produksi hormon antidiuretik maka dengan mengonsumsi air putih saja belum cukup untuk meredakan gejala.Ada beberapa obat yang dapat anda konsumsi untuk meredakan gejala antara lain yaitu:

- Desmopressin.Obat ini berfungsi mirip dengan hormon antidiuretik yaitu menghentikan produksi urine.Desmopressin merupakan hormon antidiuretik buatan dan mempunyai fungsi yang lebih kuat jika dibandingkan dengan hormon asli.Desmopressin memiliki bentuk tablet dan semprot hidung.Namun obat ini dapat menimbulkan efek samping yaitu sakit kepala,sakit perut,mual dan mimisan atau hidung berair atau tersumbat.

- Thiazide diuretik
Obat tersebut memiliki fungsi untuk membuat urine menjadi lebih pekat dari kadar airnya.Efek samping yang dapat terjadi dari penggunaan obat ini yaitu pusing saat berdiri,masalah pencernaan,kulit menjadi sensitif dan khusu untuk pria akan mengalami disfungsi ereksi

- Obat anti inflamasi non-steroid
apabila kelompok obat ini digabungkan dengan thiazide diuretik maka obat ini dapat menurunkan jumalh urine yang dikeluarkan oleh tubuh.

Pengobatan Diabetes Insipidus Nefrogenik

Apabila keadaan yang diderita oleh anda disebabkan oleh obat seperti lithium dan tetracycline maka dokter spesialis hormon akan meminta anda untuk tidak mengonsumsi dan mencari obat yang lain.Namun jika dokter tidak menyarankan sebaiknya jangan berhenti mengonsumsi obat yang sudah diresepkan oleh dokter.

Apabila organ ginjal mengalami masalah dan tidak bisa merespon hormon antidiuretik maka bisa mengakibatkan Diabetes Insipidus Nefrogenik sehingga anda harus mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.Desmopressin tidak dapat mengatasi keadaan ini.Dengan mengurangi konsumsi garam maka akan membantu ginjal untuk menyimpan air dan mengurangi urine yang keluar.Sebelum anda merubah pola makan sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.Anda juga bisa mengonsumsi gabungan obat thiazide diuretik dengan obat antiinflamasi non-steroid untuk mengurangi produksi urine dari ginjal.

Komplikasi Diabetes Insipidus

Apabila Diabetes Insipidus tidak dideteksi sejak dini dan tidak segera ditangani bisa mengakibatkan beberapa komplikasi antara lain  yaitu:
- Elektrolit Yang Tidak Seimbang
Elektrolit merupakan mineral contohnya kalsium,sodium,khlor,potasium,magnesium dan bikarbonat.Kandungan mineral tersebut berguna untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh dan berperan dalam fungsi-fungsi sel.Gejala yang akan muncul pada keadaan ini yaitu:
- Sakit kepala
- Sakit di bagian otot
- Mudah marah
- Kelelahan dan energi yang habis
- Mual dan nafsu makan hilang.

- Dehidrasi
Dehidrasi merupakan akibat yang paling umum terjadi ketika tubuh tidak dapat mempertahankan cukup cairan dalam tubuh yang disebabkan Diabetes Insipidus.Ada beberapa gejala yang mungkin akan terjadi yaitu:
- Mulut dan bibir kering
- Pusing dan sakit kepala
- tekanan darah rendah
- Demam
- Mudah marah dan kebingungan
- denyut jantung cepat
- Berat badan menurun

Pada keadaan dehidrasi yang ringan dapat diatasi dengan oralit.Dan untuk keadaan yang parah maka anda perlu pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan cairan infus.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top