Cedera Saraf Tulang Belakang - Ciri Ciri Penyebab, Askep Vitamin Dan Pengobatanya

Cedera Saraf Tulang Belakang menjadi Salah satu Hal yang sering dialami karena banyak hal yang menjadi penyebabnya. Nah Dibawah ini Saya Akan Membagikan Apa Saja ciri ciri cedera tulang belakang,cedera tulang belakang pdf,contoh penyakit saraf tulang belakang,askep cedera tulang belakang,vitamin saraf tulang belakang, penyebab cedera tulang belakang, makalah cedera tulang belakang ,pengobatan cedera tulang belakang dan Bagaimana Mencegahnya. Yuk Simak Bersama DokterBidan.Com Dibawah ini

Pengertian Cedera Saraf Tulang Belakang

Luka atau Rusaknya saraf tulang belakang atau saraf yang terdapat pada bagian ujung saluran (kanal) tulang belakang biasa disebut dengan Cedera Saraf Tulang Belakang atau spinal cord injury.
Keadaan tersebut bisa menyebabkan efek pada kemampuan,sensasi dan fungsi organ tubuh lainnya yang terdapat di bawah area yang terkena cedera sehingga dapat merubah seluruh pola kehidupan si penderita.
Cedera Saraf Tulang Belakang - Ciri Ciri Penyebab Askep Vitamin Pencegahan Dan Pengobatanya

Saraf tulang belakang memiliki fungsi untuk menghubungkan sinyal-sinyal dari otak ke bagian tubuh yang lain.Jika dibedakan berdasarkan pesan yang ada maka sel saraf dibagi dalam dua kelompok yaitu saraf motorik dan kelompok saraf sensorik.Pada kelompok saraf motorik,sel-sel saraf membawa pesan dari otak untuk mengendalikan otot-otot di tubuh.Sedangkan kelompok saraf sensorik yaitu sel-sel saraf yang membawa sinyal dari otak untuk mengontrol gerak,sensasi yang berhubungan dengan rasa sakit,panas,dingin,dan tekanan.

Penyebab Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera Saraf Tulang Belakang disebabkan oleh adanya kerusakan atau luka yang terjadi di tulang belakang,ligamen,keping (diskus) tulang belakang atau saraf tulang belakang.Tulang belakang berfungsi untuk menyalurkan pesan-pesan dari otak maka secara otomatis,Cedera Saraf Tulang Belakang akan berdampak pada sebagian bahkan seluruh serl saraf yang berkaitan dengan kerusakan yang terjadi.COntohnya jika terjadi cedera di punggung bagian bawah maka dapat memengaruhi sel saraf dan fungsi organ misalnya tungkai,batang tubuh termasuk organ-organ di dalamnya misalnya kandung kemih,dan organ seksual.Rusaknya saraf tulang belakang bisa disebabkan oleh traumatis (primer) atau nontraumatis (sekunder) yang terjadi pada tulang belakang.Namun bisa juga disebabkan oleh sebab yang lainnya misal:
- Kecelakaan bermotor merupakan salah satu penyebab yang paling umum.
- Lansia terutama untuk orang yang berusia diatas 65 tahun memungkinkan terkena cedera saraf tulang belakang yang disebabkan karena jatuh,olahraga atau cedera rekreasi.Hal lain yang dapat menyebabkan kegiatan atletis misalnya menyelam di perairan dangkal,ski,papan luncur,berkuda dan lain-lain bisa menyebabkan Cedera Saraf Tulang Belakang karena jatuh ketika melakukan kegiatan tersebut.
- Kekerasan.Cedera bisa saja terjadi karena luka tembak dan luka tusuk yang ikut memotong atay melukai bagian saraf tulang belakang.
- Penyakit.Keadaan ini disebabkan oleh adanya cedera nontraumatis misalnya karena kanker,arthritis,peradangan,osteoporosis,kelainan  pada sendir atau tulang,infeksi atay menurunnya jumlah diskus dalam tulang belakang.
- Alkohol.Mengonsumsi alkohol dengan jumlah yang terlalu banyak bisa mengakibatkan cedera pada saraf tulang belakang.
Walaupun cedera tulang belakang biasanya disebabkan oleh kecelakaan yang bisa dialami oleh siapa saja,namun terdapat beberapa faktor resiko yang bisa meningkatkan terjadinya keadaan ini.Faktor-faktor resiko yang dapat meningkatkan cedera tulang belakang antara lain yaitu:
- Jenis Kelamin.Cedera saraf tulang belakang biasanya lebih sering dialami oleh laki-laki
- Umur.Seseorang yang berumur antara 16-30 tahun merupakan usia yang cukup beresiko terkena cedera traumatis pada saraf tulang belakang.Selain itu,lansia yang berusia 65 tahun juga rentan terkena cedera tulang belakang.
- Sering beraktivitas yang beresiko jatuh
- Mempunyai masalah gangguan tulang atau sendi

Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang

Pada penjelasan diatas,sudah dikatakan jika Cedera Saraf Tulang Belakang dapat menyebabkan gangguan pada sistem motorik dan sensorik tubuh.Misalnya sensasi rasa sakit,mati rasa,sampai kelumpuhan yang tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi dimana cedera tersebut.Umumnya,tingkat keparahan dibagi menjadi dua antara lain yaitu:
- Lengkap atau Menyeluruh.Cedera ini mengakibatkan hilangnya semua kemampuan yang bersifat sensorik atau inderawi dan kemampuan motorik atau pergerakan di sekitar saraf tulang belakang yang cedera.
- Lokal atau tidak lengkap.Cedera ini pada satu lokasi tertentu sehinga fungsi motorik dan sensorik masih dapat bekerja.Pada cedera jenis ini memiliki tingkatan keoarahan tersendiri.
Sedangka kelumpuhan (paralysis) karena cedera tulang belakang dikelompokkan menjadi:
- Tetraplegia atau quadriplegi yang dapat memengaruhi keempat anggota gerak,dada dan perut
- Paraplegia yang bisa memengaruhi masalah anggota gerak bawah dan bagian panggul
Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang bisa hanya memiliki satu gejala saja hingga lebih,yaitu:
- Hilangnya kemampuan untuk merasakan sentuhan,dingin dan panas
- Tidak bisa bergerak
- Rasa sakit atau misalnya tersengat karena rusaknay serat saraf tulang belakang
- Kesulitan batuk,bernafas,dan kesulitan untuk mengeluarkan cairan dari paru-paru
- Hilangnya kontrol pada tubuh yang berhubungan dengan usus dan kandung kemih misalnya susah menahan buang air besar dan kecil.
- Perubahan yang berkaitan dengan aktivitas seksual,fungsi seksual dan fertilitas
- Mengalami refleks atau kejang yang berlebihan
Harus tetap waspada pada keadaan mendadak yang terjadi pasca kecelakaan yang diindikasi adanya cedera saraf tulang belakang antara lain yaitu:
- Kesemutan atau mati rasa di jari,tangan,kaki,dan jari kaki
- Rasa sakit atau tekanan yang muncul di leher,kepala,dan punggung yang parah
- Gangguan pernafasan pasca kecelakaan
- Tubuh tidak seimbang saat berjalan
- Muncul pendarahan atau pembengakakan di sekitar saraf tulang belakang sehingga bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah,tidak terkoordinir dan mengalami kelumpuhan
- Leher atau punggung terpelintir ke arah yang tidak normal.Jika keadaan tersebut benar terjadi,sebaiknya segera menghubungi dokter untuk mengantisipasi kemungkinan cedera yang lebih serius.

Diagnosis Cedera Saraf Tulang Belakang

Wawancara dan pemeriksaan fisik untuk melihat funsgi motorik dan sensorik dilakukan oleh dokter sebagai permulaan untuk mendapatkan diagnosis Cedera Saraf Tulang Belakang.Tes bisa dilakukan secara mendadak untuk pasien yang mengalami cedera leher ketika berada dalam keadaan pingsan atau memiliki gejala cedera saraf.Tes yang mungkin dapat dilakukan antara lain yaitu:
CT-Scan dilakukan untuk mendapatkan gambar yang lebih detali dari bagian tulang belakang dan untuk mencari gangguan apa saja yang dialami oleh pasien
- X-ray dilakukan untuk mengetes keadaan tulang belakang dari kemungkinan adanya retakan,tumor atau gangguan yang lain.
- MRI dilakukan untuk memeriksa keadaan saraf tulang belakang memakai bantuan gelombang magnetik dan radio yang kuat.Pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter untuk mendapatkan informasi tentang adanya gumpalan darah atau keadaan yang lainnya yang dapat menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang.
- uji Saraf dilakukan untuk melihat tingkat keparahan cedera misalnya dengan mengetes kemampuan otot dan kemampuan pasien untuk merespon rangsangan yaitu dengan sentuhan atau tusukan jarum

Pengobatan Cedera Saraf Tulang Belakang

Jarak antara cedera dan penanganan Cedera Saraf Tulang Belakang sangat memengaruhi jenis komplikasi yang mungkin dapat terjadi sewaktu-waktu.Pengobatan juga dilakukan untuk meminimalisir terjadinya efek trauma pada leher dan kepala.Namun sampai saat ini belum ditemukan cara untuk mengembalikan fungsi saraf tulang belakang yang sudah terlanjur rusak.Oleh karena itu,para peneliti masih melakukan penelitian termasuk prostesis dan obat untuk memicu pertumbuhan dan memperbaiki sel saraf.
Beberapa tahapan Pengobatan Cedera Saraf Tulang Belakang antara lain yaitu:
- Tahapan Awal pengobatan dilakukan untuk mencegah shock dan menjaga agar pasien bisa bernafas.Imobilisasi leher juga bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang terjadi pada saraf tulang belakang dan mencegah terjadinya komplikasi.Pengobatan tahap awal antara lain yaitu:
- Pelindung Leher yang digunakan agar leher dan tulang belakang tetap seimbang.
- Pembedahan mungkin akan dilakukan untuk mengambil tulang yag retak,kepingan di tulang belakang dan beberapa benda yang lainnya yang memungkinkan menyebabkan tekanan pada tulang belakang.Pembedahan juga dapat dilakukan untuk mencegah munculnya rasa sakit dan deformitas atau cacat tulang
- obat Methylprednisolone yang berbentuk injeksi yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk mengatasi cedera saraf tulang belakang parah.Hal tersebut dilakukan urtuk mengurangi kerusakan yang terjadi pada sel saraf dna peradangan di sekitar area cedera jika diberikan 8 jam setelah cedera terjadi.
- Pengobatan Eksperimen.Hingga saat ini jenis pengobatan terbaru itu masih dalam penyelidikan.Dimana pengobatan tersebut bertujuan untuk mengendalikan peradangan,menghentikan kematian sel dan merangsang regenerasi sel saraf.
Tahapan Kedua pada pengobatan Cedera Saraf Tulang Belakang yaitu untuk mencegah terjadinya keadaan lanjutan atau komplikasi karena cedera.Misalnya infeksi pernafasan,kontraktur otot,gangguan usus dan kandung kemih,kerusakan pada jaringan imobilisasi (dekubitus) dan penggumpalan darah.Jika keadaan pasien dianggap sudah siap dalam menjalani perawatan dan terapi selanjutnya pasien akan memulai tahapan ketiga yaitu rehabilitasi.
Tahapan ketiga atau Rehabilitasi yang bertujuan untuk menuntun pasien tentang dampak dari cedera,cara menghadapinya,dan pemulihan fisik.Pasien akan diajarkan untuk bisa membangung kehidupannya lagi dan bisa memanfaatkan keadaan yang terbaru.Pasien juga akan diberi pelatihan untuk memperkuat dan mempertahankan fungsi otot yang ada,mengembalikan fungsi motorik halus yang mengalami gangguan dan mempelajari teknik untuk beradaptasi dengan kegiatan sehari-hari.
Pengobatan pada tahap rehabilitasi diberikan untuk mengatasi rasa sakit,mengendalikan efek Cedera Saraf Tulang Belakang pada fungsi organ pencernaan dan seksual dan untuk mengembalikan fungsi kelenturan otot seperti sedia kala.
Alat-alat penunjang dan teknologi terbaru dapat dimanfaatkan agar pasien Cedera Saraf Tulang Belakang lebih cepat sembuh,misalnya:
- Kursi roda listrik atau teknologi modern yang dapat digunakan oleh penderita Cedera Saraf Tulang Belakang untuk memudahkan proses pemulihan fisik,misalnya:
- Kursi Roda Listrik yang memiliki bahan lebih ringan apabila dibandingkan dengan kursi roda sebelumnya yang dalam penggunaanya lebih menggantungkan pada bantuan orang lain.
- Peralatan Elektronik yang dapat digunakan hanya dengan suara dan menekan tombol sehingga pasien dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mudah.
- Alat perangsang fungsi elektrik atau functional elecctrical stimulation system (FES) yang dipakai untuk mengendalikan otot tangan dan kaki yang akan membantu pasien untuk berjalan dan berpegangan.
- Memakai bantuan robot agar dapat membantu pasien untuk berjalan setelah mengalami cedera saraf tulang belakang.Cara ini adalah terobosan terbaru yang masih dalam proses penyempurnaan
- Komputer yang diprogram dengan menggunakan pengenalan suara untuk pasien yang mengalami cedera yang menyebabkan masalah pada fungsi organ tangan.
Cedera Saraf Tulang Belakang dapat pulih dengan cepat dan juga lambat.Ada beberapa kasus yang dapat sembuh sedikit demi sedikit misalnya satu minggu sampai 6 bulan dan ada yang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun.

Komplikasi Cedera Saraf Tulang Belakang
Cedera Saraf Tulang Belakang bisa berpengaruh pada fungsi organ tubuh.Perubahan dan Komplikasi yang bisa terjadi pada tubuh yang mengalami cedera antara lain yaitu:
- Kulit akan mengalami masalah dalam merasakan tekanan,rasa dingin dan panas yang terjadi karena cedera sehingga pasien akan mengalami luka atau rasa nyeri di sekitar kulit yang mengalami tekanan berlebihan dan terkena panas dan dingin.
- Pembuangan Urine dari kandung kemih yang mengalami kesulitan saat mengendalikan sel saraf yang bertugas untuk membawa sinyal pasca mengalami cedera.Keadaam tersebut bisa mengakibatkan infeksi saluran kemih,ginjal,dan kencing batu.Rehabilitasi juga bisa membantu pasien untuk mengendalikan kandung kemih setelah cedera.
- Pembuangan air besar menjadi tidak seimbang karena tubuh tidak dapat mengendalikan proses pembuangan air besar
- Tekanan darah naik atau sebaliknya,atau tekanan darah mengalami penurunan ketika bangkit dari tempat duduk sehingga membuat pembengkakan yang terjadi pada tungkai dan menimbulkan darah menggumpal misalnya menjadi penyakit trombosis vena dalam (deep vein thrombosis).
- Kekencangan otot yang tidak terkendali atau spastisitas atau bahkan sebaliknya yaitu otot menjadi lemas karena kurangnya kekuatan atau flasiditas.
- Pernafasan mengalami gangguang sebagai akibat dari Cedera Saraf Tulang Belakang
Cedera Saraf Tulang Belakang pada otot perut dan dada
- Berat badan menurun dan degenerasi otot yang dapat membatasi gerkaan tubuh sehingga bisa mengakibatkan obesitas,diabetes,dan penyakit yang lain yang berkaitan dengan organ jantung atau kardiovaskular.
- Nyeri otot,sedni dan saraf di otot karena sering digunakan oleh penderita cedera saraf tulang belakang tidak lengkap.
- kesehatan seksual misalnya gangguan seksual,tingkat kesuburan dan gairah seksual dapat terpengaruh karena keadaan ini
- Depresi bisa muncul karena perubahan yang dialami oleh tubuh dan rasa sakit karena keadaan ini.

Pencegahan Cedera Saraf Tulang Belakang

Cara-cara untuk mencegah Cedera Saraf Tulang Belakang yaitu:
- Tetap waspada dan selalu berhati-hati ketika berolahraga dan melakukan aktivitas yang lain.Ingat, tetap gunakan pengaman seperti helm saat melakukan olahraga baseball.
- tetap perhatikan keadaan sekitar untuk mencegah jatuh.Pakailah pegangan tambahan di tangga atau gunakan keset antiselip agar tidak terpeleset di kamar mandi
- Ikuti aturan lalu lintas dan selalu berhati-hati ketika mengemudikan kendaraan dan jangan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
- Selalu periksa kedalaman sungai dan kolam sebelum anda melompat

Ketika anda menemui orang lain yang mengalami kecelakaan sebaiknya langsung diberikan pencegahan untuk meminimalisir cedera saraf tulang belakang di leher dan punggung dengan cara:
- sebaiknya segera menghubungi tenaga kesehatan dan jangan menyentuh atau memindahkan korban sebelum tenaga medis datang.
- Anda bisa meletakkan handuk tebal di kedua sisi leher atau pegang leher dan kepala dan meminta korban untuk jangan bergerak hingga tenaga medis datang
- Berikan pertolongan pertama apabila diperlukan untuk menghentikan pendarahan tanpa menggerakkan leher dan kepala.
Perbanyak ilmu tentang infromasi cedera saraf tulang belakang,pilihan perawatan dan bantuan penunjang yang lainnya.Semakin banyak informasi tentang penyakit ini dapat meringankan beban dan depresi yang mungkin saja muncul.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top