Loperamid Obat Diare - Dosis Pemakaian dan Indikasi Efek Sampingnya

6:06 AM
Loperamid - Makanan yang kita makan setiap hari seringkali kurang terjaga kebersihannya, apalagi jika kita membeli makanan yang dijual di tepi jalan. Makanan yang kurang bersih akan membawa kuman atau bakteri ke tubuh kita dan membuat kita mengalami diare. Diare adalah penyakit pada saluran pencernaan dimana usus besar tidak dapat mengelola sisa makanan dengan baik sehingga penderita diare akan sering buang air besar (lebih dari 3 kali dalam sehari).

Loperamid Obat Diare - Dosis Pemakaian dan Indikasi Efek Sampingnya Untuk Anak Anak dan Dewasa

Untuk pertolongan pertama pada penderita diare biasanya dengan menggunakan larutan gula dan garam atau yang biasa disebut dengan oralit. Namun jika diare yang diderita tidak kunjung sembuh, maka disarankan untuk mengkonsumsi obat Loperamid. Diare yang sudah parah dan tidak dapat sembuh dengan oralit disebut dengan diare akut.

Untuk meringankan diare yang diderita, pasien harus memperbanyak minum karena saat mengalami diare, cairan tubuh akan banyak berkurang. Dengan memperbanyak minum air putih maka cairan tubuh pasien akan segera tergantikan dan pasien terhindar dari dehidrasi.

Loperamid merupakan salah satu obat dari jenis antidiare. Loperamid harus dibeli dengan resep dokter, tidak dijual bebas di apotek. Loperamid digunakan untuk mengatasi diare yang sifatnya sudah akut. Anak dengan usia di atas 12 tahun dan orang dewasa diperbolehkan mengkonsumsi Loperamid. Loperamid tersedia dalam bentuk kapsul dan tablet.

Peringatan sebelum mengkonsumsi Loperamid

1. Loperamid dapat membahayakan janin yang ada di dalam kandungan, oleh sebab itu wanita hamil disarankan untuk menghindari Loperamid.
2. Sebelum Anda memutuskan untuk mengkonsumsi Loperamid, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apalagi jika Anda termasuk ibu menyusui.
3. Loperamid bisa menimbulkan efek samping berupa pusing pada beberapa orang, sebaiknya tunda dulu aktivitas mengemudi atau mengoperasikan alat berat selama mengkonsumsi Loperamid.
4. Bagi pasien yang mengalami gangguan pencernaan kronis dan gangguan hati harus berhati - hati dalam mengkonsumsi Loperamid.
5. Jika diare yang Anda alami telah reda, segera hentikan konsumsi Loperamid.
6. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami over dosis atau alergi terhadap Loperamid.

Dosis Loperamid yang tepat untuk pasien

Untuk penanganan diare yang disebabkan oleh sindrom iritasi usus, Loperamid dikonsumsi dalam jangka waktu maksimal 14 hari. Sedangkan untuk mengatasi diare akut, Loperamid dikonsumsi dalam jangka waktu 24 jam.
Loperamid sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari 12 mg dalam sehari. Dan untuk konsumsi normal adalah 2 mg - 4mg per hari.
Tingkat keparahan diare dan juga jenis diare yang diderita oleh pasien turut mempengaruhi dosis Loperamid yang akan dianjurkan oleh dokter.

Cara mengkonsumsi yang benar dalam mengkonsumsi Loperamid

1. Baca aturan pakai yang ada pada kemasan Loperamid dan perhatikan anjuran dokter sebelum mengkonsumsi Loperamid.
2. Konsumsi makanan deperti roti, nasi, bubur serta memperbanyak minum supaya tubuh tidak menjadi lemas saat menderita diare. Hubungi dokter jika Anda telah mengkonsumsi Loperamid selama 2 hari namun diare tidak kunjung membaik.
3. Jika Anda tidak sengaja melewatkan dosis Loperamid, jangan menggandakan dengan dosis berikutnya untuk menghindari over dosis.

Efek Samping dari Loperamid

Obat - obat kimia pasti memiliki efek samping tersendiri bagi yang mengkonsumsinya, begitu juga dengan Loperamid. Berikut ini adalah efek samping dari Loperamid.
1. Sakit perut
2. Perut kembung
3. Mual
4. Konstipasi
5. Sakit kepala dan pusing
Jika Anda mengalami efek samping yang parah dan sangat mengganggu, segera hubungi dokter.

Itulah informasi seputar Loperamid yang merupakan obat anti diare. Semoga informasi yang saya sajikan kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top