Haloperidol Obat Psikosis - Dosis Aturan Minum Dan Efek Sampingnya

10:22 AM
Haloperidol - Pernahkah Anda mendengar atau mengalami gangguan psikosis seperti psychomotor agitation, mania, tic disorder, sindrom tourette, dan gejala skizofrenia. Gangguan psikosis adalah gangguan yang berhubungan dengan masalah kejiwaan. Masalah kejiwaan ini meliputi perilaku, perasaan dan cara berpikir.
Haloperidol Decanoate Obat Psikosis - Dosis Aturan Minum Dan Efek Sampingnya Bagi Kesehatan

Dalam dunia medis dikenal Haloperidol yang dapat mengatasi gangguan psikosis tersebut. Haloperidol bekerja dengan cara menghambat reaksi kimia yang terjadi di dalam otak kita sehingga gangguan perilaki, perasaan dan cara berpikir dapat dikendalikan.

Haloperidol merupakan jenis obat antipsikotik. Haloperidol adalah obat yang tidak diperjual belikan secara bebas, Anda harus memiliki resep dokter untuk bisa membeli Haloperidol di apotek. Haloperidol bermanfaat untuk mengendalikan masala kejiwaan seperi emosional, perilaku dan gejala skizofrenia. Haloperidol aman dikonsumsi oleh anak - anak dan orang dewasa, tetapi harus dalam penggawasan dokter. Haloperidol tersedia dalam bentuk sirup, tablet dan kapsul.

Peringatan sebelum mengkonsumsi Haloperidol

1. Dalam mengkonsumsi Haloperidol harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter terutama bagi pasien  anak - anak, wanita hamil, dan ibu menyusui.
2. Bagi Anda yang mengalami Parkinson, penyakit kuning, epilepsi, glaukoma, tumor kelenjar adrenal, depresi, gangguan otot, gangguan prostat, penyakit kardiovaskular, ginjalm, dan hati sebaiknya berhati - hati dalam mengkonsumi Haloperidol.
3. Sedangkan bagi Anda yang mengalami gangguan pada pernapasan harus waspada terhadap Haloperidol.
4. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang telah berusia lanjut dan mengalami demensia, jangan sampai anggota keluarga Anda yang berusia lanjut tersebut mengkonsumsi Haloperidol karena dapat membahayakan jiwanya.
5. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami overdosis atau alergi setelah mengkonsumsi Haloperidol.

Dosis Haloperidol

Berikut ini adalah dosis Haloperidol yang umum diberikan oleh dokter kepada pasiennya.
1. Untuk menangani panyakit Psychomotor anti-agitation, dosis Haloperidol yang diberikan kepada pasien dengan usia 113-17 tahun adalah 0,25-g mg, sedangkan untuk pasien usia 3-12 tahun adalah 0,25-3 mg.
2. Penyakit Skizofrenia, 0,5 mg - 6 mg per hari pada pasien 3 - 12 tahun, sedangkan untuk pasien dengan usia 13 - 17 tahun, Haloperidol diberikan sebanyak 0,5 - 10 mg per hari.
3. Haloperidol sebanyak 1,5 - 9 mg yang dikonsumsi orang dewasa setiap hari secara teratur, dapat mengatasi Psychomotor anti-agitation kronis, dan untuk mengatasi Psychomotor anti-agitation akut, Haloperidol dapat dikonsumsi sebanyak 3-15 mg per hari.
4. Untuk menangani Skizofrenia, psikosis dan mania kronis, Haloperidol dikonsumsi sebanyak 3-20 mg per hari, sedangkan untuk menangani Skizofrenia, psikosis dan mania akut, Haloperidol dikonsumsi setiap hari dengan dosis 2-20 mg.

Dosis yang diberikan oleh dokter kepada setiap pasien akan berbeda, tergantung pada kondisi kesehatan, dan sebarapa parah penyakit yang diderita pasien. Respon tubuh pasien terhadap Haloperidol juga menjadi salahs atu faktor yang dipertimbangkan.

Cara mengkonsumsi Haloperidol dengan benar

1. Sebelum Anda mulai mengkonsumsi Haloperidol, sebaiknya baca dan pahami aturan pakai yang tertera pada kemasan dan juga dosis yang diberikan oleh dokter.
2. Konsumsi Haloperidol dengan bantuan air putih, Haloperidol aman dikonsumsi sebelum maupun sesudah makan.
3. Untuk menangani kecemasan, Haloperidol dikonsumsi hingga gejala berkurang, namun untuk menangani skizofrenia, Haloperidol disarankan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang, jika Anda mengalami efek samping yang parah saat megkonsumsi Haloperidol dalam jangka panjang, segera hubungi dokter.
4. Dalam menghentikan konsumsi Haloperidol, harus diklakukan secara perlahan, hubungi dokter jika Anda berencana untuk menghentikan konsumsi Haloperidol.
5. Selama mengkonsumsi Haloperidol, tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan atau minuman berlakohol dan juga rokok karena dapat mempengaruhi cara kerja Haloperidol di dalam tubuh Anda.
6. Untuk memastikan keselamatan Anda, konsultasikan kepada doketr jika Anda akan mengkonsumsi obat lain bersamaan dengan Haloperidol.
7. Haloperidol dapat bepengaruh pada kadar gula di dalam darah, jika Anda penderita diabetes yang mengkonsumsi Haloperidol, sebaiknya periksakan diri Anda secara rutin ke fasilitas kesehatan.
8. Jika Anda akan menjalani penanganan medis apapun, beritahu dokter bahwa Anda sedang mengkonsumsi Haloperidol, karena Haloperidol dapat mempengaruhi kinerja obat bius.
9. Salah satu efek samping dari Haloperidol adalah membuat kulit menjadi lebih sensitif, untuk melindungi kulit Anda, gunakan sun block saat beraktivitas di luar rumah.
10. Haloperidol juga dapat memberikan efek mengantuk, hindari untuk mengemudi saat mengkonsumsi Haloperidol.
11. Supaya efek Haloperidol bekerja secara maksimal di dalam tubuh kita, konsumsi Haloperidol pada jam yang sama setiap hari.
12. Jangan menggandakan dosis Haloperidol bila Anda lupa mengkonsumsi Haloperidol, konsumsi segera jika jarak dengan dosis berikutnya tidak terlalu dekat.
13. Supaya kondisi tubuh Anda dapat terpantau oleh dokter, periksakan diri Anda secara teratur selama mengkonsumsi Haloperidol.

Efek Samping Haloperidol

Berikut ini adalah efek samping dari Haloperidol.
- Kemampuan seksual megalami perubahan
- Hidung tersumbat
- Ukuran payudara mengalami perubahan
- Jantung berdebar
- Insomnia
- Konstipasi
- Gemetar
- Gangguan pada pandangan (buram)
- Gangguan pada siklus menstruasi
- Suasana hati mengalami perubahan
- Buang air kecil menjadi sulit
- Pusing
- Sakit perut
- Berat badan mengalami perubahan
- Mulut terasa kering

Itulah informasi terlengkap mengenai Haloperidol, semoga bermanfaat bagi Anda.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top