Bulimia Nervosa Memuntahkan Makanan - Penyebab dan Cara Mengobatinya

7:14 AM
Bulimia merupakan gangguan makan yang kronis dan bisa menyebabkan masalah pada kejiwaan.Masalah mental ini dapat berhubungan dengan rasa rendah diri yang sangat besar,kecanduan minuman keras,depresi dan kecenderungan menyakiti diri sendiri.

Bulimia Nervosa Memuntahkan Makanan - Penyebab GEjala Ciri Tanda KOmplikasi Resiko dan Cara Mengobatinya

Seseorang yang menderita Bulimia akan memakan makanan dengan jumlah yang sangat banyak kemudian dikeluarkan lagi dari tubuhnya dengan cara dipaksa seperti muntah atau mengonsumsi obat pencahar.Cara tersebut diambil untuk membasmi kalori yang sudah dikonsumsi dengan tujuan agar berat badan tidak naik.

Sebagian besar penderita Bulimia adalah wanita,jumlah penderita Bulimia laki-laki sangatlah sedikit.Menurut penelitian,terdapat sekitar 8 dari 100 wanita yang mengidap Bulimia yang berusia antara 16-40 tahun.

Gejala Bulimia

Seseorang yang mengonsumsi makanan dengan jumlah yang sangat banyak walaupun tidak lapar diindikasi mengidap Bulimia.Hal tersebut terjadi disebabkan oleh masalah emosional seperti stres dan depresi lalu penderita akan merasa bersalah,menyesal hingga membenci dirinya sendiri yang akan membuatnya merasa harus mengeluarkan semua kalori yang sudah masuk ke dalam tubuh.Untuk mengeluarkan kalori tersebut,biasanya penderita akan memaksakan untuk muntah atau menggunakan obat pencahar untuk menimbulkan rasa ingin buang air besar.Penderita Bulimia biasanya akan melakukan cara ini 3 kali dalam satu minggu dan berlangsung minimal selama 3 bulan lamanya.

Selain cara yang tidak dibenarkan tersebut,ada gejala lain yang merupakan tanda-tanda Bulimia antara lain yaitu:

- Benar-benar memperhatikan berat badan dan bentuk tubu yang terkadang sudah tidak masuk akal
- Memandang berat badan dan tubuhnya adalah hal yang negatif
- Sangat takut gemuk
- Tidak bisa dikontrol ketika melahap makanan contohnya terus menerus makan sampai perut sakit dan makanan yang dikonsumsi jumlahnya sangat banyak
- Setelah selesai makan biasanya langsung pergi ke kamar mandi
- Muntah dengan cara dipaksa misalnya memasukkan jari ke dalam kerongkongan
- Mempunyai gigi dan gusi yang rusak
- Berolahraga berlebihan
- menggunakan obat pencahar seperti diuretik atau enema setelah makan
- Menggunakan suplemen atau produk herba untuk menurunkan berat badan
Apabila anda merasa sedang mengidap Bulimia sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter karena Bulimia bisa menyebabkan komplikasi yang serius.

Penyebab dan Faktor Pemicu Bulimia

Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab Bulimia.Namun terdapat beberapa faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena Bulimia.Faktor tersebut antara lain yaitu:

- Jenis Kelamin.Bulimia lebih sering dialami oleh wanita
- Usia.Bulimia biasanya akan dialami oleh seseorang dalam usia remaja hingga dewasa
- Masalah Psikologis.misalnya depresi,stes,rendah diri,perfeksionisme,gangguan stres pasca trauma (PTSD),dan gangguan obsesif kompulsif (OCD).
- Faktor Genetik.Apabila anda memiliki anggota keluara inti (orang tua atau saudara kandung) yang menderita Bulimia maka anda akan beresiko mengidap Bulimia.
- tuntutan Sosial.Seorang remaja sangat terobsesi menurunkan berat badan karena pengaruh pergaulan atau teman.
- Tuntutan Profesi.Misalnya model yang harus memiliki tubuh proporsional dan atlet yang harus benar-benar menjaga berat badan.

Diagnosis Bulimia

Dalam proses diagnosis,biasanya dokter terlebih dulu akan menanyakan tentang apa saja gejala yang muncul.Apabila dari hasil wawancara ternyata menjurus ke penyakit Bulimia selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lanjutan secara menyeluruh seperti melakukan tes darah,tes urine,dan evakuasi psikologis.

Ciri utama yang mengindikasi Bulimia adalah siklus makan yang terlalu banyak kemudian kalori dikeluarkan dengan paksa dari dalam tubuh yang diikuti dengan pendapat negatif tentang berat badan dan bentuk badan.

Langkah Penanganan Bulimia

Hal yang paling sulit dalam menangani Bulimia adalah pengakuan dari si pengidap tentang gangguan yang mereka hadapi.Hal tersebut harus dilakukan agar si penderita memiliki hasrat untuk sembuh dan menjalani pengobatan.

Cara menangani Bulimia yang pertama adalah dengan terapi psikologis yang akan membantu penderita untuk kembali membangun sikap positif dan pikiran positif pada pola makan.Cara ini juga akan membantu penderita untuk mendeteksi masalah emosional.Terdapat dua jenis terapi yang biasanya digunakan yaitu terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi interpersonal.

Melalui terapi CBT penderita akan dikenalkan dengan penyebab Bulimia seperti asumsi,serta perilaku negatif kemudian belajar untuk menggantikannya dengan pemikiran positif dan lebih sehat.
Sedangkan melalui terapi interpersonal,penderita akan dibantu untuk mencari masalah yang berhubungan dengan orang lain dan untuk meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah.

Terapi yang dipadukan dengan penghambat pelepasan selektif serotonin (SSRI) dapat digunakan untuk mengurangi masalah gejala yang muncul.Fluoxetine merupakan jenis SSRI yang paling sering dipakai untuk mengatasi Bulimia.

Dengan mengonsumsi obat antidepresan,penderita akan terus diawasi perkembangannya oleh dokter bagaimana reaksi yang ditimbulkan.Namun obat tersebut hanya untuk penderita dengan usia diatas 18 tahun dan untuk orang yang memiliki epilepsi,keluarga dengan riwayat penyakit jantung,hati dan ginjal sebaiknya jangan mengonsumsi obat ini.

Apabila terjadi komplikasi Bulimia yang kronis sebaiknya segera pergi kerumah sakit agar mendapatkan penanganan sehingga tidak terkena hal-hal yang buruk.Selain itu,dengan pergi ke rumah sakit akan menghindarkan penderita dari upaya bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.
Pengobatan Bulimia biasanya dilakukan dengan kurun waktu dan tenaga yang cukup besar dan lama.Namun sebagai teman dan keluarga harus terus memberikan dukungan agar si penderita segera sembuh dari penyakit ini.

Risiko Komplikasi Bulimia

Bulimia yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan komplikasi yang serius.
Muntah yang sering terjadi juga bisa memicu gigi menjadi rusak (akibat asam lambung) dan bisa membuat kelenjar air liur menjadi bengkak.Selain itu bisa menyebabkan sakit tenggorokan dan bau mulut.

Bulimia juga bisa menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi.Kemudian bisa juga memicu dehidrasi,susah hamil karena siklus menstruasi yang tidak teratur,rambut dan kulit menjadi kering,gagal ginjal,kuku rapuh hingga gagal jantung.

Sedangkan menggunakan obat pencahar yang berlebihan bisa menyebabkan organ di dalam sistem pencernaan menjadi rusak dan dapat menganggu keseimbangan kadar senyawa alami tubuh yang bisa menyebabkan kelelahan,lemas,detak jantung tidak teratur hingga kejang.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top