BPD (Borderline Personality Disorder) - Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

7:30 AM
BPD (Borderline Personality Disorder) atau gangguan kepribadian ambang merupakan keadaan yang timbul karena adanya masalah kesehatan mental yang menyerang seseorang.Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami kesulitan cara berfikir dan rasa baik pada diri sendiri ataupun orang lain dan muncul perilaku yang tidak normal.

BPD Borderline Personality Disorder - Penyebab Gejala dan Cara Mengobati Dengan Obat Alami

BPD ini bisa membuat masalah di fungsional kegiatan sehari-harinya dan juga hubungan dengan orang lain di lingkungan sekitar.Biasanya hal ini terjadi pada saat seseorang menjelang dewasa dan akan membaik seiring bertambahnya usia.

Seseorang yang mengidap BPD akan memiliki rasa takut ditinggalkan,di tolak,cemas,marah,merasa rendah hingga memiliki rasa ingin menyakiti diri sendiri dan juga orang lain.Seseorang yang mengidap BPD juga cenderung perasaanya gampang berubah,sering bertindak impulsif,dan merasa dirinya rendah yang akhirnya membuat ia susah untuk menjalin dan mempertahankan sebuah hubungan dengan jangka waktu yang lama.

Penyebab BPD (Borderline Personality Disorder)

hingga saat ini belum ada keterangan pasti mengenai penyebab BPD (Borderline Personality Disorder).Namun ada yang berpendapat jika BPD terjadi karena adanya hubungan dengan riwayat pelecehan dan penyiksaan yang ia alami ketika masih kecil.
Selain itu faktor keturunan atau genetik juga dapat memengaruhi BPD karena ada penelitian yang menyebutkan jika BPD bisa juga terjadi karena warisan dari salah satu anggota keluarga yang diturunkan melalui gen ke anggota keluarga yang lain.
Kemudian,ada juga penelitian yang menyatakan bahwa BPD juga bisa dipengaruhi oleh keadaan di beberapa bagian otak khususnya daerah yang berperan dalam mengatur emosi,agresi,dan impulsif seseorang.Menurunnya zat-zat kimia di otak misalnya serotonin (zat yang berfungsi untuk mengendalikan masalah hati) juga bisa dihubungkan dengan munculnya BPD.
Seseorang yang memiliki ciri kepribadian agresif dan impulsif juga berpeluang terkena BPD.

Gejala BPD (Borderline Personality Disorder)

BPD (Borderline Personality Disorder) dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang.Berikut gejala-gejala BPD:
- Mengalami stres yang bisa menyebabkan paranoia dan hilangnya hubungan dengan fakta yang dapat terjadi selama beberapa jam saja.
- Karena ada rasa takut diabaikan sehingga penderita akan menghindari perpisahan,kritik dan juga penolakan.
- Terjadi perubahan identitas dirinya dan juga perubahan citra yang terjadi dengan sangat cepat yang membuat nilai-nilai dan tujuannya juga berubah.Seseorang yang menderita BPD biasanya akan merasa dirinya adalah pribadi yang buruk layaknya pemeran jahat di sebuah film.
- Terjadi perbuhan mood atau suasana hati yang berlangsung selama beberapa hari
- Muncul perilaku impulsif yang parah sehingga cukup berbahaya seperti berjudi,melakukan hubungan seks bebas,berkendara dengan maunya sendiri dan boros.Seseorang yang menderita BPD tiba-tiba bisa berhenti dan keluar dari pekerjaannya dengan alasan yang tidak jelas atau tiba-tiba memutuskan hubungan asmara yang sebenarnya tidak ada masalah.
- Cenderung mudah marah dan kesabarannya cepat habis sehingga membuatnya sering emosi dan akhirnya bertengkar atau berkelahi
- Pada waktu tertentu,sangat menyayangi dan menghormati seseorang tapi dalam waktu singkat bisa berubah dan menganggap seseorang tersebut sangat tidak baik.
- Merasa di dalam dirinya merasakan sebuah kekosongan secara psikologis dan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama
- Yang paling ekstrem adalah bisa melukai dirinya sendiri sampai upaya untuk bunuh diri yang merupakan bentuk kemarahannya pada diri sendiri,sedang menghukum dirinya sendiri,merasa takut ditinggalkan atau merasakan penolakan.

Seseorang yang menderita BPD bisa berperilaku impulsif ketika sedang merasakan sakit hati dan cara tersebut dilakukan agar perasaannya menjadi lega.Namun hal tersebut bisa terus terjadi ketika penderita BPD merasakan sakit hati.Peirstiwa ini merupakan siklus yang tidak sehat dan akan terus terjadi saat penderita BPD merasa malu,bersalah lalu muncullah sikap impulsif tadi sebagai upaya untuk meredam rasa sakit secara berlebihan di dalam perasaannya.

Jika anda merasakan adanya gejala-gejala tersebut,sebaiknya segera hubungi dokter.Jangan lupa untuk terus mencari informasi dan bantuan dari ahlinya dengan cara yang baik tanpa melalui paksaan.

Diagnosis BPD

Diagnosis yang dilakukan untuk mendeteksi BPD yaitu dengan melihat tingkah laku berdasarkan beberapa gejala diatas.Dokter dan psiakter juga harus mengetahui riwayat traumatis,keadaan kesehatan fisik di masa lampau,dan pengobatan apa saja yang pernah dijalani.
Diagnosis ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara antara dokter dengan penderita untuk mengetahui riwayat kesehatan anda.Dokter juga akan melihat keadaan psikologis salah satunya dengan cara mengisi kuesioner.Biasanya,diagnosis BPD ditemukan pada orang dewasa karena BPD dapat berkurang seiring perkembangan saat usia anak-anak.

Pengobatan BPD (Borderline Personality Disorder)

BPD (Borderline Personality Disorder) dapat diobati salah satunya dengan melakukan psikoterapi.Selain itu,obat dan juga perawatan di rumah sakit juga sebaiknya dilakukan dengan melihat keadaan penderita dan keselamatannya misalnya agar si penderita tidak ada upaya untuk melukai dirinya sendiri hingga upaya bunuh diri.

Psikoterapi yang dilakukan pada penderita BPD bertujuan agar si penderita merasa hidupnya lebih baik dan terarah.Talk Therapy merupakan jenis psikoterapi yang digunakan untuk pengobatan BPD dimana terapi ini merupakan pendekatan mendasar dalam menangani BPD dengan membantu penderita memahami keadaan yang saat ini tengah di hadapi serta fokus pada kemampuan yang dimiliki oleh si penderita.Selain itu,terapi ini juga bisa membantu penderita BPD untuk lebih bisa mengendalikan sisi emosi yang membuat perasaanya menjadi tidak nyaman,mengenali diri sendiri dan juga mengendalikan perasaannya baik pada diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu,dengan psikoterapi penderita BPD bisa berlatih untulk lebih mengenali dan menganalisa perasaanya sendiri.Perilaku impulsif juga diharapkan dapat lebih ditekan sehingga bisa meminimalisir tindakan yang kasar yang menyebabkan hubungan dengan lingkungan sosial menjadi memburuk.Oleh karena itu,seseorang yang menderita BPD sebaiknya melakukan beberapa terapi psikologi antara lain yaitu:

- Transference-focused psychotherapy (TFP) atau terapi psikodinamis
Pada terapi ini,seorang penderita BPD lebih bisa memahami emosi dan kesusahan yang ia rasakan dalam mengembangkan hubungan interpersonal.TFP ini dilakukan untuk melihat hubungan yang terjalin antara penderita BPD dengan terapis lalu pengetahuan yang didapatkan oleh penderita diterapkan pada keadaan yang sedang dialami.

- Schema-focused therapy
Terapi Schema-focused therapy dilakukan untuk mengenali apa saja kebutuhan yang tidak dapat tercukupi saat masa awal kehidupannya yang akhirnya membentuk pola tingkah laku negatif.Lalu pada terapi ini akan lebih fokus dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan yang masih kurang namun dengan cara yang lebih baik sehingga terbentuk pola tingkah laku yang positif.Dalam pelaksanaannya,terapi ini dilakukan dalam bentuk perorangan dan juga grup konsultasi.

- Mentalization-based therapy (MBT)
Pada terapi ini lebih di titikberatkan pada metode berpikir sebelum bereaksi.Terapi MBT membantu penderita BPD agar lebih memahami dan mengenali perasaan serta pikirannya dengan menciptakan perspektid alternatif dari keadaan yang sedang dialami.

- Dialectical behavior therapy (DBT)
Pada terapi ini metode yang digunakan berupa pendekatan berbasis kemampuan untuk mengajari penderita BPD agar lebih mampu dalam mengatur emosi,mentoleransi tekanan jiwa dan juga memperbaiki hubungan sosial.Pada terapi ini,bisa dilakukan dengan sendiri dan dalam kelompok untuk berkonsultasi bersama dengan terapis.

- Pelatihan sistem untuk prediktabilitas emosional dan pemecahan masalah atau systems training for emotional predictability and problem-solving (STEPPS
Pada terapi ini berbentuk sebuah kelompok bersama dengan anggota keluarga,teman,dan pasangan dan juga pengasuh pada sebagian kelompok terapi selama kurun waktu 20 minggu.Selain itu,terapi ini juga bisa ditambahkan dengan psikoterapi yang lainnya.

- General psychiatric management
Pada terapi ini metode yang digunakan adalah masalah dengan berfokus membuat peristiwa yang memicu tekanan emosional menjadi sesuatu yang nalar.Pendekatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan perasaan sebagai konteks interpersonal dan bisa di padukan dengan pengobatan,terapi kelompok,penyuluhan pada keluarga dan juga pada individu tertentu.

Sedangkan obat-obatan pada terapi BPD lebih tertuju untuk mengurangi gejala atau komplikasi yang bisa muncul kembali,misalnya depresi,kegundahan.Obat-obat yang digunakan juga harus sesuai dengan resep dokter,obat yang biasa digunakan antara lain yaitu:

- Antidepresi
- Antipsikotik
- Penstabil Suasana Hati

Seseorang yang menderita BPD membutuhkan waktu yang terbilang lama dan terapi yang akan dijalani juga berlangsung cukup lama bahkan sampai bertahun-tahun.Namun seseorang yang menderita BPD bisa menjadi pribadi ke arah yang lebih baik dengan bantuan orang-orang atau tenaga medis yang memang sudah berpengalaman dengan BPD.

Komplikasi BPD (Borderline Personality Disorder)

BPD (Borderline Personality Disorder) yang tidak segera ditangani dengan baik dapat menyebabkan beberapa masalah yang berkaitan dengan kehidupannya,antara lain yaitu:
- Mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang secara berlebihan
- Menderita gangguan kecemasan
- Menderita Gangguan pola makan
- Depresi
- Menderita Bipolar
- Menderita gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD)
- Menderita gangguan attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) atau penyakit hiperaktif
- Mengidap gangguan kepribadian
- Berada di posisi hubungan yang tidak baik atau penuh dengan kekerasan
- Sering berganti pekerjaan atau kehilangan pekerjaan
- Hilangnya hubungan yang baik dengan pasangan ataupun pertemanan
- Hilangnya kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan
- Berurusan dengan hukum sampai masuk bui
- Fisiknya terluka karena dilukai oleh dirinya sendiri
- Mengalami kehamilan tak terduga,memiliki penyakit seks menular,atau kecelakaan yang disebabkan perilaku impulsif
- Berupaya untuk menghabisi dirinya sendiri

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top