Blighted Ovum ( Kehamilan Anembryonic ) - Penyebab, Gejala, Diagnosis Dan Cara Mengobatinya

8:35 PM
Blighted Ovum atau anembryonic gestation atau kehamilan anembryonic merupakan jenis kehamilan yang didalamnya tidak mengandung embrio.Ini adalah keadaan dimana kehamilan dapat berhenti dengan begitu saja atau biasa dikenal dengan nama keguguran.

Blighted Ovum Kehamilan Anembryonic - Penyebab, Gejala, Diagnosis Dan Cara Mengobatinya

Keguguran bisa terjadi kapan saja sampai usia kandungan menginjak umur 23 minggu.Blighted Ovum merupakan penyebab keguguran pada tiga bulan pertama usia kehamilan.

Blighted Ovum terjadi karena adanya masalah pada kromosom di fetus yang sedang mengalami perkembangan.Secara langsung tubuh seorang ibu akan menghentikan kehamilan saat menyadari adanya kelainan.Masalah pada pembelahan sel yang tidak sempurna juga bisa menjadi penyebab Blighted Ovum.Selain itu,kualitas sel telur dan sperma juga bisa menyebabkan kelainan pada kromosom hingga mengakibatkan Blighted Ovum.

Gejala Blighted Ovum

Seseorang yang mengalami Blighted Ovum biasanya akan merasa jika kehamilannya normal pada awal masa kehamilan karena Blighted Ovum memiliki gejala yang hampir sama dengan tanda-tanda kehamilan misalnya menstruasi terlambat dan hasil tes kehamilan yang positif.Seseorang yang menderita Blighted Ovum akan merasa dirinya hamil hingga terjadinya pendarahan di vagina.
Oleh karena itu,anda harus berhati-hati saat terjadi pendarahan yang bisa jadi merupakan gejala keguguran misalnya darah yang keluar lebih banyak,muncul kram di sekitar perut dan flek.Sebaiknya anda segera menghubungi dokter atau memeriksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan medis.

Diagnosis Blighted Ovum

Hal pertama yang dilakukan saat akan mendiagnosis yaitu mengukur level hormon hCG (human chorionic gonadotropin) untuk memastikan adanya kehamilan.Hormon tersebut dihasilkan dari placnta dan levelnya akan terus bertambah.Selanjutnya dokter akan melakukan tes USG untuk melihat apakah kantong kehamilan benar-benar terisi embrio atau tidak.Lalu 10 hari kemudian dokter akan melakukan tes USG kembali untuk melihat perkembangan embrio dan keadaan kehamilan.

Untuk memastikan Blighted Ovum maka kantong kehamilan dan embrio harus melebihi standar ukuran yaitu berdiameter 25 cm atau lebih untuk kantong kehamilan dan tidaj memiliki kantong yolk sack (ovum) atau embrio.Gejala yang lainnya yaitu ketika embrio memiliki panjang lebih dari 15 mm tapi tidak ada pergerakan atau aktivitas yang terjadi misalnya jantung yang sehat atau yang lainnya.

Penanganan Blighted Ovum

Setelah melakukan diagnosis,langkah selanjutnya yaitu penanganan Blighted Ovum dengan cara membuka lalu mengangkat embrio serta jaringan placenta yang tidak dapat berkembang di dalam rahim.Langkah ini biasanya disebut dnegan dilatase dan kuretase.Alternatif yang lainnya selain operasi yaitu menggunakan obat-obatan.Kedua langkah tersebut sama-sama dapat menyebabkan kram perut.

Seseorang yang mengalami Blighted Ovum harus diberikan bimbingan dan pengetahuan bahwasanya yang menyebabkan keguguran bukanlah dia.Pasien harus tahu dan sadar bahwa keguguran merupakan proses alami yang terjadi begitu saja ketika tubuh merasakan adanya sesuatu yang tidak normal pada proses kehamilan.Dengan begitu,maka pasien akan sembuh lebih cepat baik secara lahir maupun batin.

Pencegahan Blighted Ovum

Blighted Ovum biasanya hanya dialami satu kali oleh seorang perempuan namun hal yang paling sangat disayangkan adalah hal ini tidak bisa dicegah.Untuk perempuan yang sudah pernah mengalami Blighted Ovum tetap bisa memiliki kandungan yang sehat pada kehamilan selanjutnya.Selain itu,anda dan pasangan bisa melakukan tes genetik untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan yang bisa meningkatkan resiko keguguran.

Selain itu,anda dan pasangan juga sebaiknya menjaga kesehatan yang merupakan langkah awal pencegahan Blighted Ovum.Lalu anda dan pasangan juga mulai merencanakan dan pastikan kehamilan yang anda jalani melalui proses secara bersama-sama sehingga dapat saling mendukung.Hindari juga faktor-faktor yang bisa meningkatkan Blighted Ovum seperti merokok dan sebaiknya jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama hamil.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top