Batuk Rejan Pertusis - Peyebab Gejala Diagnosis Pengobatan dan Pencegahan

11:51 AM
Pertusis atau Batuk Rejan merupakan infeksi bakteri di paru-paru dan saluran pernafasan dan penyakit ini sangat menular.Batuk Rejan biasanya dianggap batuk yang menyerang anak-anak ketika vaksin bertusis belum bekerja namun sebenarnya Batuk Rejan juga bisa menyerang orang dewasa.Batuk Rejan sangat berbahaya terutama untuk lansia dan anak-anak,bayi di bawah satu tahun yang belum mendapatkan vaksin pertusis.

Batuk ini memiliki tanda-tanda berupa rentetan batuk keras yang terus menerus diawali dari tarikan nafas panjang melalui mulut (whoop).Batuk Rejan dapat diderita oleh seseorang hingga tiga bulan lamanya yang akhirnya disebut dengan batuk seratus hari.

Batuk Rejan bisa membuat penderitanya kekurangan oksigen dalam darah.Selain itu bisa juga menyebabkan komplikasi seperti pneumonia.Batuk Rejan juga bisa menyebabkan tulang rusuk patah karena batuk yang terlalu keras.

Gejala Batuk Rejan

Batuk Rejan akan muncul saat 7-21 hari setelah bakteri Bordetella pertussis memasuki saluran pernafasan. Ada 3 tahap perkembangan Batuk Rejan terutama untuk bayi dan anak-anak antara lain yaitu:
Batuk Rejan Pertusis - Peyebab Gejala Diagnosis Pengobatan dan Pencegahan Yang Ampuh

- Tahap Pertama (masa gejala awal)
Pada tahap awal biasanya muncul gejala-gejala ringan seperti hidung berair dan tersumbat,bersin-bersin,mata berair,radang tenggorokan,batuk ringan sampai demam.Gejala tersebut biasanya akan bertahan antara satu sampai 2 minggu dan saat inilah batuk bisa menular ke orang-orang di sekitarnya.

- Tahap Kedua (masa paroksismal)
Pada tahap kedua,gejala-gejala flu akan mereda tapi batuk akan semakin parah dan tidak terkendali.Saat inilah batuk keras akan terus menerus terjadi dan diawali oleh tarikan nafas panjang lewat mulut.Setelah serangan batuk muncul biasanya penderita akan mengalami muntah dan biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak dan tubuh mengalami kelelahan.Masa ini akan berlangsung selama dua sampai empat minggu bahkan lebih.

- Tahap Ketiga (masa penyembuhan)
Pada tahap ini keadaan kesehatan penderita sudah mulai membaik namun gejala batuk rejan tetap ada bahkan bisa lebih keras.Pada tahap ini biasanya akan berlangsung sekitar 2 bulan atau lebih tergantung pengobatan.

Keadaan-keadaan yang harus segera mendapatkan penanganan dokter antara lain yaitu:
- Seseorang yang mengalami kesulitan bernafas
- Seseorang yang mengalami komplikasi serius seperti kejang atau pneumonia
- Bayi berusia 0-6 bulan yang terlihat tidak sehat
- Saat menarik nafas muncul bunyi
- Muntah yang disebabkan batuk rejan parah
- Tubuh memerah atau membiru

Penyebab Batuk Rejan

Batuk Rejan disebabkan oleh Bordetella pertussis yang tersebar di udara melalui udara yang kemudian masuk lalu menyerang dinding trakea dan bronkus (percabangan trakea yang langsung menuju ke paru-paru kanan dan kiri).
Pembengkakan saluran udara merupakan salah satu cara tubuh bereaksi terhadap infeksi oleh bakteri.Karena pembengkakan saluran udara maka penderita harus menarik nafas lebih dalam melalui mulut.Karena tarikan nafas yang lebih dalam dan kuat yang akhirnya menimbulkan bunyi dengkingan yang panjang.
Selain itu,saat bakteri menginfeksi dinding saluran udara tubuh akan menghasilkan lendir kental.Tubuh juga akan merangsang penderita batuk rejan untuk mencoba mengeluarkan lendir tersebut.

Diagnosis Batuk rejan

Pada masa awal datangnya Batuk Rejan,cenderung lebih susah untuk di diagnosa mengingat flu atau bronkitis memiliki gejala yang mirip.Dokter sudah bisa mendiagnosa batuk rejan dari gejala-gejala batuk dan juga mendengarkan suara batuk.Selain itu,dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan yang lain antara lain:
- Tes Darah
Tes darah dilakukan untuk mengidentifikasi adanya peningkatan sel darah putih dan juga untuk menemukan antibodi bakteri Bordetella Pertussis dalam darah penderita.
- Pengambilan Contoh Lendir dari Hidung dan tenggorokan
Dokter biasanya akan mengecek apakah lendir mengandung bakteri Bordetella Pertussis atau tidak
- Pencitraan Sinar X
Pencitraan Sinar X dilakukan untuk mengetahui apakah paru-paru mengalami peradangan atau penumpukan cairan.Keadaan ini bisa muncul saat Batuk Rejan mengalami komplikasi dengan pneumonia atau infeksi saluran pernafasan yang lain.

Pengobatan Batuk Rejan

Saat anda mengonsumsi obat batuk sebaiknya berhati-hati karena tidak semua obat batuk bisa mengatasi batuk rejan.

- Mengatasi batuk rejan pada bayi dan anak-anak
Anak-anak dan bayi yang mengalami Batuk Rejan akan diisolasi di ruangan khusus agar tidak menyebar.Pengobatan yang dilakukan adalah memberikan antibiotik untuk melawan bakteri penyebab infeksi.Kortikosteroid akan diberikan untuk mengatasi peradangan di saluran nafas.Antibiotik dan Kortikosteroid diberikan melalui infus.Sungkup oksigen juga diberikan untuk membantu pernafasan.

Anak-anak dan bayi yang menderita Batuk Rejan parah dapat menyebabkan kerusakan di paru-paru.Sehingga mereka harus mendapatkan penanganan khusus di rumah sakit dan memberikan obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah mereka.

Untuk keadaan yang lebih parah,maka dilakukan Oksigenasi Membran Ekstrakorporeal (ECMO=extracorporeal membrane oxygenation) yaitu oksigen langsung dialirkan ke tubuh tanpa melalui paru-paru.Jalan tersebut akan dilakukan jika cara yang lain sudah tidak mampu mengatasi masalah ini.

Penanganan Untuk Remaja dan Anak-anak

Pengobatan Batuk rejan pada anak-anak dan orang dewasa biasanya dapat ditangani sendiri di rumah atau menggunakan antibiotik yang sudah diresepkan oleh dokter.Cara-cara untuk mengatasi batuk rejan antara lain yaitu:
- Paracetamol dan ibuprofen bisa anda gunakan untuk meredakan gejala demam dan radang tenggorokan
- Minum banyak air untuk mengantisipasi dehidrasi
- Keluarkan semua lendir atau muntah ketika batuk sehingga penderita tidak tersedak atau terhirup kembali
- banyak beristirahat

Komplikasi Batuk Rejan

Anak-anak dan bayi merupakan penderita yang beresiko besar terkena komplikasi.Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain yaitu:
- Nafas terputus-putus
- Dehidrasi atau penurunan berat badan karena muntah terlalu banyak
- Pneumonia
- Tekanan Darah Rendah
- Mengalami Kejang-kejang
- Kerusakan di otak karena kekurangan pasokan oksigen ke otak
- Gagal ginjal

Komplikasi yang terjadi pada anak-anak dan bayi harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit karena sangat membahayakan.Sedangkan untuk penderita dewasa,batuk rejan biasanya akan menimbulkan komplikasi yang lebih ringan antara lain yaitu:tulang rusuk memar atau retak,hernia perut,mimisan,infeksi telinga,pembuluh darah pecah di kulit atau putih mata,ada sariawan di mulut dan wajah menjadi bengkak.

Pencegahan Batuk Rejan

Vaksinasi Pertusis merupakan cara terbaik untuk mengatasi batuk rejan.Biasanya dokter akan memberikan vaksin pertusis bersama dengan vaksin difteri,tetanus,polio (vaksin DPT)dan Hib.

Jadwal vaksin pertusis yaitu:
- Pada usia 2 bulan.
- Pada usia 4 bulan.
- Pada usia 6 bulan.
- Pada usia 1,5 sampai 2 tahun.
- Pada usia 5 tahun

vaksin pertussis memang aman namun tetap bisa menyebabkan efek samping seperti rasa nyeri,kulit memerah,serta adanya pembengkakakn di bagian yang dsuntik.Sedangkan untuk pasien bayi akan mudah marah,demam dan sering menangis.

Seorang ibu hamil juga harus mendapatkan vaksin pertussis untuk melindungi bayi dari batuk rejan di minggu-minggu pertama setelah kelahiran.Vaksinasi pertussis juga akan ditawarkan pada wanita hamil dengan usia kehamilan antara 28-38 minggu.Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan vaksin pertussis ini.

Vaksin pertussi juga sebaiknya diberikan kembali sebagai bentuk perlindungan karena vaksin ini cenderung melemah.Vaksinasi dapat diberikan kepada:

Remaja: Kekebalan vaksin pertussis bisa melemah ketika seseorang memasuki usia 11 tahun.Di usia tersebut merupakan waktu yang tepat untu mendapatkan booster vaksinasi pertusis.

Dewasa:Vaksin tetanus dan difteri diberikan secara berkala 10 tahun sekali untuk melindungi tubuh dari batuk rejan.Sedangkan vaksin ini juga akan mengurangi risiko tertular batuk rejan pada bayi.
Agar tidak tertular batuk rejan,sebaiknya anda beristirahat di rumah sembari menyelesaikan dosis antibiotik yang sudah diberikan dokter.Orang-orang yang sering berinteraksi dengan penderita harus melakukan pencegahan agar tidak tertular batuk rejan.Tindakan batuk rejan meliputi antibiotik dan juga bisa diberikan booster vaksin pertussis.

Orang-orang yang rawan tertular batuk rejan antara lain yaitu:

- Bayi yang baru lahir
- Ibu hamil di trimester terakhir kehamilan
- Bayi di bawah satu tahun dan belum mendapatkan vaksinasi komplit DPT
- Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah
- Seseorang yang mengidap penyakit kronis seperti asma dan gagal jantung.
- Anak-anak usia di bawah 10 tahun yang belum mendapatkan vaksin DPT.

Ada juga beberapa kelompok yang bisa menularkan yaitu pekerja fasilitas kesehatan,perawatan sosial,perawatan anak sehingga mereka perlu diberikan pencegahan.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top