Batu Kandung Kemih Bladder Calculi - Gejala Penyebab Dan Cara Mengatasinya

11:24 AM
Pengertian Batu Kandung Kemih - Bladder Calculi atau Batu Kandung Kemih merupakan batu hasil endapan mineral yang terdapat di dalam kandung kemih.Semua orang hampir berpeluang terkena Batu Kandung Kemih namun untuk laki-laki yang berusia di atas 52 tahun cenderung lebih beresiko terlebih jika ia memiliki masalah pembesaran prostat.Ukuran Batu Kandung Kemih juga sangat beragam.

Batu Kandung Kemih yang menyumbat saluran urine sehingga akan mengahalangi saluran urine tersebut yang menyebabkaan rasa nyeri ketika buang air kecil dan kesulitan berkemih hingga tidak bisa berkemih sama sekali.

Jika Batu Kandung Kemih tidak segera ditangani maka bisa mengakibatkan komplikasi.Untuk Batu Kandung Kemih yang ukurannya masih kecil bisa keluar bersamaan dengan urine namun jika ukuran batu sudah cukup besar anda membutuhkan bantuan dokter untuk mengeluarkan batu ini.

Gejala Batu Kandung Kemih

Batu Kandung Kemih Bladder Calculi - Gejala Penyebab Dan Cara Mengatasinya
Ada beberapa gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita Batu Kandung Kemih karena batu tersebut menyumbat saluran urine atau mungkin hanya melukai dinding kandung kemih.Gejala Batu Kandung Kemih antara lain yaitu:

- Adanya darah dalam urine
- rasa Nyeri ketika buang air kecil
- Kesulitan buang air kecil
- urine lebih gelap dan pekat
- Rasa ingin buang air kecil secara terus menerus
- Buang air kecil kurang lancar atau tersendat
- Rasa nyeri di perut bagian bawah
- Penis terasa sakit atau tidak nyaman

Bagi pasien anak-anak,,terdapat dua gejala tambahan Batu Kandung Kemih yakni ereksi yang kuat dan menyakitkan namun tidak ada hubungannya dengan rangsangan seksual pada anak laki-laki.
Jika ukuran batu memang masih kecil dapat keluar bersamaan dengan urine tanpa menimbulkan gejala.Tapi jika anda merasakan rasa ingin buang air kecil terus menerus,muncul darah di cairan urine dan adanya rasa sakit di perut bagian bawah maka anda harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter secepat mungkin.

Penyebab Batu Kandung Kemih

Batu Kandung Kemih disebabkan ketidakmampuan untuk membuang seluruh urine dari kandung kemih.Sehingga mineral yang masih tersisa di kandung kemih akan mengendap lalu mengeras dan mengkristal hingga membentuk batu.Ada beberapa keadaan yang bisa membentuk Batu Kandung Kemih,antara lain yaitu:
- Pembengkakan
Batu Kandung Kemih bisa terbentuk karena muncul pembengkakan di kandung kemih yang disebabkan infeksi saluran kemih serta terapi radiasi di area panggul.
- Pembesaran Prostat
Kelenjar prostat pada laki-laki yang berusia diatas 50 tahun biasanya akan membesar dan menekan saluran kemih serta akan menghalangi aliran normal urine dan kandung kemih yang akhirnya menyebabkan risiko terbentuknya batu kandung kemih yang semakin membesar.
- Sistokel
Hal tersebut terjadi pada penderita wanita ketika salah satu daerah dinding kandung kemih melemah atau mengendur lalu jatuh ke arah vagina yang akhirnya menjebak aliran urine yang membuat urine mengendap lalu membentuk batu kandung kemih.
- ALat-alat medis
Kateter Urine atau alat KB bisa menjadi salah satu penyebab terbentuknya batu kandung kemih.Mineral dalam urine sering mengkristal di permukaan alat-alat medis tersebut.
- Diet
Seseorang yang sedang melakukan diet tinggi gula,lemak atau garam serta asupan vitamin A dan B rendah dan kekurangan minum air bisa meningktkan risiko terbentuknya batu kandung kemih.
- Rusaknya Saraf Kandung Kemih
Saat saraf pengontrol kandung kemih mengalami kerusakan maka urine yang terbuang tidak bisa sempurna.Kerusakan saraf ini biasa disebut dengan kandung kemih neurogenik.Kerusakan tersebut bisa menyebabkan cedera serius di tulang belakang atau bisa diakibatkan penyakit saraf seperti spina bifida.
- Batu Ginjal
Proses pembentukan batu ginjal dengan batu kandung kemih memang berbeda.Namun batu ginjal yang ukurannya masih kecil bisa turun lalu masuk ke kandung kemih yang akhirnya menjadi batu kandung kemih.
- Divertikel Kandung Kemih
terbentuk kantong di dinding kandung kemih ketika lahir.Kantong kandung kemih tambahan tersebut bisa juga terbentuk karena adanya infeksi atau pembesaran prostat.Sehingga seseorang yang mengidap divertekel kandung kemih mengalami kesulitan untuk mengosongkan urine dan membentuk batu kandung kemih.
- Operasi Pembesaran kandung kemih
Sekitar 5% oran yang melakukan operasi pembesaran kandung kemih akan menderita batu kandung kemih.

Diagnosis Batu Kandung Kemih

Cara untuk menentukan atau mendiagnosis Batu Kandung Kemih antara lain yaitu:
- Spiral CT Scan
Spiral CT Scan merupakan cara yang paling tepat untuk mendiagnosa Batu Kandung Kemih karena bisa mendeteksi batu kandung kemih dengan segala ukuran.
- Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter untuk meligat bagin perut bawah apakah ada pembesaran kandung kemih atau tidak.
- Pencitraan Sinar-X
Menggunakan bantuan sinar-X untuk mendeteksi kandung kemih memang dapat menemukan batu kandung kemih tapi sayangnya tidak semua batu bisa di deteksi oleh Sinar-X ini.Pencitraan sinar-X juga bisa digabungkan dengan pemeriksaan pyelogram intravena yang menggunakan senyawa kontras ke bagian urat nadi.Zat kontras akan mengalir ke ginjal,ureter,lalu kandung kemih yang akan memberi warna di saluran urine sehingga dapat terlihat saat pencitraan menggunakan sinar-X.
- Analisis Urine
Analisis urine dilakukan dengan meminta sampel urine penderita lalu memeriksa jumlah kandungan darah,bakteri,dan mineral yang mengkristal.Pemeriksaan urine juga bisa membantu mendeteksi infeksi saluran kemih yang bisa menyebabkan batu kandung kemih.
- Ultrasound
Cara pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara yang dapat membantu dokter untuk mengetahui posisi batu kandung kemih.

Pengobatan Batu Kandung Kemih

Apabila diagnosis dokter mengatakan jika batu kandung kemih ukurannya masih kecil maka dokter akan merekomendasikan untuk minum air putih 1200 mililiter dalam sehari agar batu kandung kemih bisa keluar bersamaan dengan urine.Tapi jika ukuran batu kandung kemih sudah besar maka ada beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan batu kandung kemih dari tubuh.
Cystolitholapaxy merupakan langkah dokter untuk menghancurkan batu kandung kemih yang masih di dalam sehingga berbentuk menjadi serpihan yang akan memudahkannya untuk keluar bersama dengan urine.Cara ini mungkin akan membuat pasien mengalami infeksi dan cedera di kandung kemih sehingga dokter akan memberikan antibiotik untuk meminimalisir resiko.

Cara selanjutnya yaitu pembedahan yang dilakukan apabila ukuran batu kandung kemih terlalu besat dan kera yang tidak memungkinkan dikeluarkan dengan cara cystolitholapaxy. Sekitar 10% orang yang melakukan bedah batu kandung kemih akan beresiko terkena komplikasi infeksi kandung kemih dan uretra.Biasanya dokter akan memberikan antibiotik apabila muncul gejala infeksi kandung kemih dan uretra.

Air putih bisa melarutkan endapan mineral dalam kandung kemih sehingga akan lebih baik jika anda banyak mengonsumsi air putih.ANda juga bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah air putih yang akan dikonsumsi tentunya dengan melihat ukuran tubuh,aktivitas yang dilakukan,usia dan kesehatan masing-masing.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top