Astigmatisme Mata Silindris Silinder - Penyebab Gejala dan Cara Pengobatan Yang Ampuh

9:44 AM
Astigmatisme merupakan salah satu gangguan pada penglihatan yang disebabkan cacat di kelengkungan kornea atau lensa yang menyebabkan pandangan mata menjadi kabur atau terdistorsi.Penyakit ini biasanya muncul saat baru lahir tapi bisa juga disebabkan oleh cedera pada mata yang terjadi di hari selanjutnya atau merupakan bentuk komplikasi dari operasi mata.
Astigmatisme juga bisa dialami oleh seseorang yang memiliki rabun jauh (miopia) ataupun rabun dekat (hipermetropi).Apabila hal ini terus menerus dibiarkan maka Astigmatisme akan membuat sakit kepala dan mata akan terasa lelah terutama saat anda menggunakan mata dengan waktu yang cukup lama.

Penyebab Munculnya Astigmatisme

Penyebab Astigmatisme yaitu ketidakmulusan pada bagian kornea atau lensa sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak sempurna saat harus dilanjutkan ke bagian retina yang akhirnya membuat pandangan mata menjadi memburuk dan buram.

Astigmatisme jika dilihat berdasarkan letak kerusakannya dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Astigmatisme yang disebabkan oleh cacat di bagian kornea mata atau Astigmatisme korneal dan Astigmatisme yang disebabkan oleh cacat di bagian lensa mata atau Astigmatisme lentikular.

Astigmatisme Mata Silindris - Penyebab Gejala dan Cara Pengobatan Alami Atau Modern
Dan jika dilihat dari jenis kerusakannya Astigmatisme juga di bagi menjadi dua jenis yaitu:
- Astigmatisme regular dimana keadaan salah satu sisi kornea mata lebih melengkung dari sisi yang satunya.Keadaan tersebut merupakan jenis Astigmatisme yang sering terjadi dan masih bisa diobati dengan menggunakan kaca mata atau lensa mata.
- Astigmatisme Irregular yaitu saat kornea mata tidak rata hampir di seluruh bagian mata,bukan hanya di satu sisi saja.Keadaan tersebut disebabkan oleh cedera yang meninggalkan luka pada kornea dan tidak bisa diobati dengan kaca mata melainkan dengan kontak lensa mata.

Penyakit Astigmatisme biasanya suda ada sejak lahir dan hingga saat ini belum ditemukan penyebab yang jelas mengenai penyakit ini.Tapi ada yang berpendapat jika penyakit ini merupakan genetika atau faktor keturunan dan lebih sering ditemukan pada bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah atau prematur.

Penyebab-penyebab yang bisa memicu Astigmatisme antara lain yaitu
- Cedera pada kornea karena infeksi
- Komplikasi karena operasi mata
- Keadaan pada kelopak mata yang menganggu struktur korne misalnya muncul benjolan di kelopak mata yang menekan kornea.
- keratoglobus dan keratoconus yaitu keadaan saat kornea berubah bentuk seperti menggembung ataupun menipis.
- Dan munculnya keadaan yang lain yang mempengaruhi kornea atau lensa.Rabun (hipermetropi/hiperopia) atau rabun jauh (miopia) juga bisa menyebabkan Astigmatisme.

Gejala Astigmatisme

Penyakit Astigmatisme akan membuat gangguan penglihatan yang bisa membuat aktivitas anda terganggu.Berikut gejala-gejala Astigmatisme:

- Mata Lelah
- Pusing
- Pandangan Samar atau tidak Fokus
- Sensitif Pada Sorotan cahaya
- Sulit membedakan warna-warna yang berdampingan
- Mengalami kesusahan saat memandang gambar secara utuh misalnya garis miring dan lurus
Sedangkan untuk seseorang yang menderita Astigmatisme parah bisa mengakibatkan penglihatannya bisa berganda-ganda.

Diagnosis Astigmatisme

Astigmatisme biasanya dapat diketahui setelah melakukan pemeriksaan mata secara rutin.Oleh karena itu,pemeriksaan mata sangat penting dilakukan pada bayi yang baru lahir serta anak-anak terutama mereka yang terlihat memiliki gangguan pada penglihatan.

Tes keratometer dan Tes Ketajaman Visual merupakan pemeriksaan yang akan dilakukan untuk memastikan diagnosis Astigmatisme.Tes Keratometer dilakukan untuk mengetahui keadaan cacat pada korne dengan melihat seberapa fokus cahaya yang dilanjutkan dari kornea ke retina.Sedangkan tes ketajaman visual dilakukan untuk mengevaluasi ketajaman penglihatan pada objek dari jarak tertentu yaitu dengan cara membaca huruf yang ada di papan yang biasa disebut dengan Snellen Chart.

Tes untuk mengukur fokus cahaya pada mata juga bisa anda lakukan yaitu dengan cara dokter akan meletakkan beberapa jenis lensa bergantian di depan mata dengan menggunakan alat bantuan phorometer.Selain itu,dokter juga mungkin akan menggunakan alat retinoskop yang digunakan untuk menyorot cahaya ke mata pasien.Dengan langkah tersebut,dokter bisa melihat seberapa besar ketajaman penglihatan pasien termasuk kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya.

Untuk orang yang memiliki penyakit diabetes dan berumur 40 tahun keatas,sebaiknya juga melakukan pemeriksaan mata secara rutin.Anda bisa berkonsultasi dengan dokter tentang waktu pemeriksaan mata yang harus dilakukan oleh bayi dan juga anak-anak serta orang dewasa untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Pengobatan Astigmatisme

Untuk beberapa kasus Astigmatisme yang masih tergolong ringan,tidak memerlukan pengobatan.Tapi anda bisa melakukan pengobatan Astigmatisme agar kualitas penglihatan mata anda membaik yaitu dengan menggunakan kaca mata atau kensa mata dan bisa juga melakukan bedah mata menggunakan sinar laser.Pengobatan Astigmatisme juga dibedakan menjadi dua jenis yaitu regular atau irregular.
Dengan menggunakan lensa korektif maka dapat membantu memfokuskan cahaya yang masuk ke kornea penderita Astigmatisme dengan lengkungan atau permukaan mata yang tidak rata sehingga cahaya tersebut bisa masuk ke dalam mata dan jatuh sempurna di retina.Penggunaan lensa korektif bisa berbentuk kaca mata atau lensa mata tergantung rasa nyaman anda atau sesuai dengan rekomendasi dari dokter spesialis mata.

Astigmatisme yang diobati dengan menggunakan bantuan sinar laser bertujuan untuk memperbaiki struktur di kornea mata yang tidak melengkung menjadi semestinya.Jaringan yang ada di bagian terluar pada permukaan kornea akan diangkat lebih dulu lalu sinar laser akan digunakan untuk mengibat bentuk kornea sehingga mata bisa memfokuskan cahaya.Pengobatan dengan cara ini bisa berlangsung selama 30 menit lalu korne harus benar-benar dijaga .Ada beberapa jenis prosedur operasi dengan menggunakan bantuan laser untuk pengobatan Astigmatisme antara lain yaitu LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis), LASEK (laser sub-epithelial keratomileusis), dan fotorefraktif keraktektomi (PRK).

Ingat....sebelum anda melakukan pengobatan  astigmatisme,sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter spesialis mata tentang pengobatang yang terbaik yang harus anda lakukan dan jangan lupa perhatikan resiko yang mungkin dapat terjadi.

Komplikasi Astigmatisme

Penyakit  astigmatisme yang sudah ada sejak baru lahir bisa membuat "lazy eye" atau mata malas atau biasa disebut dengan ambliopia.Keadaan tersebut terjadi karena otak sudah terbiasa untuk acuh dengan sinyal yang dikirimkan oleh mata tersebut.Ambliopia bisa diobati apabila diagnosa dan terapi yang dilakukan sejak awal sebelum penglihatan berkembang dengan sempurna sehingga lazy eye bisa diantisipasi agar tidak menyerang anak-anak.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top