Asam Salisilat ( Salicylic Acid ) - Info Obat, Peringatan Dosis, Fungsi dan Efek Sampingnya

Asam Salisilat - Pernahkah Anda mengalami kapalan, infeksi kuku, kulit bersisik, psoriasis, mata ikan maupun kutil? Penyakit kulit tersebut tentu saja sangat mengganggu dan mengurangi kepercayaan diri siapa saja yang mengalaminya. Penyakit kulit seperti di atas disebabkan oleh pengerasan atau penebalan lapisan kulit.


Untuk mengatasi berbagai penyakit kulit di atas biasanya menggunakan Asam salisilat. Cara kerjanya adalah melarutkan unsur yang membuat sel kulit menempel antara satu dengan lainnya dan juga meningkatkan kelembapan kulit. Sel kulit yang berlebih pada permukaan kulit akan hancur dengan pamakaian Asam salisilat.

Asam salisilat termasuk ke dalam jenis obat keratolytic. Beberapa merk Asam salisilat membutuhkan resep dokter untuk bisa mendapatkannya di apotek, namun sebagian besar Asam salisilat dijual secara bebas. Infeksi jamur pada kuku, kulit bersisik, kapalan, psoriasis, dan kutil dapat diatasi secara efektif dengan penggunaan Asam salisilat. Asam salisilat dapat digunakan oleh anak - anak hingga orang dewasa. Asam salisilat tersedia dalam bentuk obat oles.

Peringatan sebelum mengkonsumsi Asam salisilat

1. Jangan pernah menggunakan Asam salisilat pada bagian kulit yang mengalami inflamasi, kulit normal, kulit genital, kutil yang tumbuh disertyai rambut, tanda lahir, kulit yang terluka, tahi lalat dan kulit wajah.
2. Konsultasikan kepada dokter sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan Asam salisilat terutama bagi ibu menyusui atau ibu hamil.
3. Bagi Anda yang mengalami gangguan sirkulasi darah atau menderita diabetes sebaiknya berhati - hati dalam menggunakan Asam salisilat.
4. Jauhkan Asam salisilat dari sinar matahari langsung dan api karena Asam salisilat mengandung bahan yang mudah terbakar.
5. Hindari pemakaian obat kulit lain, kosmetik pengobatan, sabun pengering kulit, kosmetik, pembersih jerawat, cairan alkohol dna sabun pembersih selama penggunaan obat Asam salisilat.
6. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami overdosis dan alergi terhadap Asam salisilat.

Dosis Asam salisilat yang dianjurkan bagi pasien

Dosis Asam salisilat biasanya sudah tertera dengan jelas pada kemasan. Ikuti saja aturan pakai yang ada pada kemasan. Resiko efek samping akan lebih tinggi jika Anda menambah dosis yang telah ada, dan tidak akan mempersingkat proses penyembuhan.
Pemakaian yang diajurkan adalah mengoleskan Asam salisilat pada kulit yang bermasalah sebanyak 1 - 2 kali setiap hari secara teratur.

Cara yang benar dalam menggunakan Asam Salisilat

1. Baca dan pahami aturan pakai yang tertera pada kemasan Asam Salisilat, atau konsultasikan kepada dokter jika Anda kurang yakin.
2. Cuci tangan Anda setelah Anda mengoleskan Asam Salisilat pada kulit yang bermasalah, basuh bagian kulit lain yang terkena Asam Salisilat selama 15 menit.
3. Supaya efek Asam Salisilat bekerja maksimal pada kulit yang bermasalah, gunakan batu apung atau pengikis kuku untuk mengangkat lapisan kulit mati yang paling atas. Sebelum Anda mengoleskan Asam Salisilat, lunakkan kulti yang bermasalah dengan mebersihkan area tersebut menggunakan air hangat.
4. Bekas luka akan tertinggal dan juga menyebabkan iritasi bila Asam Salisilat digunakan pada wajah.

Efek samping Asam Salisilat

1. Kulti terasa gatal
2. Kulit mengelupas, memerah dan terasa terbakar
3. Kulit terasa sakit, kering atau mengalami iritasi.

Itulah informasi mengenai Asam Salisilat yang dapat saya sajikan untuk Anda pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top