Aritmia Jantung ( Arrhythmia Cardiaa Ansia ) - Penyebab Gejala Dan Cara Mengobatinya

6:51 AM
Aritmia adalah gangguan yang menyerang bagian jantung terjadi saat organ tersebut berdetak tidak teratur,terlalu cepat dan terlalu lambat yang disebabkan oleh impuls elektrik yang berfungsi untuk mengatur detak jantung agar bekerja dengan lebih baik.

4 Jenis  Penyakit Aritmia Jantung ( Arrhythmia Cardiaa Ansia )

Pada umumnya,Aritmia yang sering terjadi dibagi menjadi 4 jenis yaitu:

Aritmia Jantung Arrhythmia Cardiaa Ansia - Penyebab Gejala Dan Cara Mengobatinya

- Bradikardia
Keadaan saat hantung berdetak tidak teratur dan cenderung lebih lambat

- Takikardia Supraventrikular
Keadaan saat jantung tidak normal karena berdetak lebih cepat

- Fibrilasi Atrium
Suatu keadaan saat detak jantung lebih tidak teratur dan tingkat kontraksi jantung sangat tinggi

- Fibrilasi Ventrikel
Merupakan jenis Aritmia yang menyebabkan pasien mendadak kesadarannya menghilang atau meninggal mendadak yang disebabkan detak jantung yang lebih cepat dan tidak teratur.

Jika detak jantung tiba-tiba tidak teratur,lebih cepat,atau lebih lambat maka pasien Aritmia bisa mengalami beberapa gejala antara lain yaitu:

- Sesak Nafas
- Pusing
- Lelah
- Nyeri Dada
- Hampir Pingsan hingga pingsan

Apabila anda tiba-tiba mengalami gejala-gejala tersebut sebaiknya segera menghubungi dokter agar diagnosa tentang jenis Aritmia yang sedang anda alami dapat segera di ketahui dan segera mendapatkan pengobatan yang tepat.Dengan diagnosis tersebut,maka anda juga bisa memastikan jika Aritmia yang anda derita bukanlah jenis Fibrilasi Ventrikel yang sangat mematikan.

Penderita yang mengalami gejala Aritmia Fibrilasi Ventrikel bisa pingsan dengan waktu yang sangat cepat dan bisa kehilangan denyut hingga akhirnya nafasnyasudah tidak ada.Keadaan tersebut dipicu ileh tekanan darah yang menurun drastis dan pasokan darah ke organ penting seperti otak berhenti karena jantung tidak mampu untuk memompa darah.

Apabila anda melihat atau menemukan seseorang yang terkena Aritmia sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat.Anda juga bisa memberikan bantuan nafas buatan atau CPR jika memang anda mahir sembari menunggu datangnya pertolongan medis.

Penyebab Aritmia

Aritmia bisa disebabkan oleh beberapa faktor antara lain yaitu:
- Merokok
- Penggunaan Narkoba
- Stres
- Polusi Udara
- Efek Samping obat-obatan
- Terlalu banyak mengonsumsi kafein
- Sengatan Listrik
- Menderita Diabetes
- Menderita penyakit Jantung Koroner
- Mengalami Perubahan Pada jaringan jantung
- Menderita Hipertensi atau tekanan darah tinggi
- Memiliki riwayat penyakit serangan Jantung

Diagnosis Aritmia

Ada beberapa jenis metode diagnosis Aritmia yang bisa dilakukan antara lain yaitu:

- Ekokardiogram
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menguji katup dan otot jantung guna mendeteksi penyebab Aritmia yang dilakukan dengan bantuan gelombang ultrasound

- Elektrokardiogram
Diagnosis menggunakan metode ini bertujuan untuk merekam segala aktivitas elektrik pada jantung dengan menggunakan alat yang bernama elektroda.

- Tes Latihan Tekanan
Pada metode diagnosis ini digabungkan dengan metode elektrokardiogram.Selain melihat tekanan darah,pasien juga akan melakukan latihan fisik misalnya mengayuh sepeda statis atau jalan diatas treadmill lalu tekanan darah dan detak jantung terus menerus di monitoro.Pada tes ini,dokter akan melihat sejauh mana tingkat keteraturan  detak jantung sebelum berubah oleh pengaruh aktivitas fisik yang dilakukan.

- Monitor Holter
Pemeriksaan ini dlakukan dengan sejenis alat yang hampir mirip dengan elektrokardiogram tapi memiliki perbedaan pada monitor.Holter ini dapat dibawa pulang oleh pasien agar tetap bisa merekam aktivitas jantung saat anda melakukan aktivitas sehari-hari.

- Studi Elektrofisiologi
Pada metode diagnosa ini,penggunaan impils listrik akan mengetahui lokas artima dan penyebabnya.Ketika melakukan pemeyaan,dokter akan memasukkan ketetr yang sudah dilengkapi dengan elektroda pada beberapa bagian pembuluh darah di jantung.Studi elektrofisiologi juga dapat digunakan seperti pada metode tes tekanan yaitu dengan merangsang jantung untuk berkontraksi di tingkat yang bisa menyebabkan detak jantung berubah dengan menggunakan elektroda tersebut.

- Kateterisasi Jantung
Metode diagnosa ini memakai alat yang sejenis dengan studi elektrofisiologi yakni kateter.Tapi untuk kateterisasi Jantung,pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan bantuan zat pewarna khusus dan X-ray untuk mengetahui keadaan bilik,koroner,katup dan pembuluh darah Jantung.
Namun untuk beberapa kasus Aritmia yang sudah terjadi,dokter mendiagnosa Aritmia dengan melakukan pemeriksaan denyut jantung biasa saja.Tapi ada beberapa keadaan selain aritmia dan memiliki gejaa yang sama.Oleh sebab itu maka penderita Aritmia dan penyebabnya,tes-tes lebih sering dilakukan.Selain itu,dengan diagnosis yang tepat maka dokter juga bisa menerapkan pengobatan yang tepat juga.

Pengobatan Aritmia

Ada beberapa penderita Aritmia yang tidak membutuhkan pengobatan.Pengobatan dilakukan oleh dokter saat mendapati gejala Aritmia yang bisa berpeluang ke arah yang lebih buruk atau bisa menyebabkan komplikasi.Beberapa jenis penanganan yang biasanya dilakukan antara lain yaitu:

- Obat-obatan
Obat-obatan tersebut misalnya penghambat beta yang dapat menjaga detak jantung agar tetap normal.Ada juga obat-obatan antikoagulan yang berguna untuk menurunkan resiko terjadinya penggumpalan darah atau stroke.Contoh obat antikoagulan yaitu aspirin,warfarin,rivaraxoban.

- Alat Pemicu Jantung dan implantable cardioverter defibrillator (ICD)
Alat ini dipasang dengan tujuan untuk tetap menjaga detak jantung agar tetap normal namun hanya untuk kasus-kasus aritmia tertentu.Alat ini akan dipasang oleh dokter di bagian bawah kulit dada bagian atas.Saat alat ini bekerja dengan mendeteksi adanya perubahan pada ritme jantung,maka alat ini akan mengirimkan sengatan listrik pendek ke jantung untuk menghentikan ritme yang tidak normal dan membuatnya kembali semuala (normal).

- Kardioversi
Metode diagnosa jenis ini akan dilakukan oleh dokter apabila kasus Aritmia sudah tidak bisa ditangani dengan obat-obatan.Dengan metode kardioversi elektrik pasien akan diberikan kejutan listrik pada bagian dada agar denyut jantung kembali normal.Sebelum metode ini dilakukan,dokter akan memberikan anestesi terlebih dahulu.Kardioversi elektrik biasanya akan diberikan di kasus aritmia fibrilasi atrium takikardia supraventrikular.

- Metode Ablasi
Metode ini dilakukan untuk mengatasi artimia yang penyebabnya sudah diketahui dengan pasti.Dengan metode ini,dokter akan memasukkan kateter dengan gabungan X-ray melalui pembuluh darah di kaki.Saat kateter sudah menemukan sumber gangguan ritme jantung,maka alat tersebut dapat merusak bagian kecil jantung.

Pencegahan Aritmia Jantung ( Arrhythmia Cardiaa Ansia )

Aritmia juga bisa dicegah lho.Berikut cara-cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah Aritmia:
- Mengurangi Stres atau menghindari
- Konsumsilah makanan sehat
- Jaga berat badan anda
- Jangan asal minum obat tanpa resep dari dokter terutama saat anda menderita batuk pilak yang di dalamnya mengandung zat stimulan yang bisa menyebabkan detak jantung justru semakin cepat.
- Jangan Merokok
- Batasi mengonsumsi minuman berkafein dan beralkohol
- Olahraga

Komplikasi Aritmia Jantung ( Arrhythmia Cardiaa Ansia )

Aritmia bisa menyebabkan komplikasi yang akhirnya membuat jantung tidak bisa memompa darah dengan baik.Apabila Aritmia tidak segera diatasi dan mendapat penanganan yang tepat bisa mengakibatkan beberapa masalah yang lebih parah di kemudian hari,antara lain yaitu:
- Stroke
- Kematian
- Gagal Jantung
-

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top