Amputasi - Penyebab Komplikasi dan Cara Merawat Pasca Operasi

11:09 AM

Pengertian Amputasi

Amputasi merupakan kegiatan pemotongan bagian tubuh tertentu contoh lengan,jari atau kaki.Kegiatan operasi pemotongan dilakukan untuk mengendalikan rasa sakit atau penyakit yang menyerang pada bagian tubuh tertentu.

Langkah tersebut dapat dilakukan baik secara darurat maupun terencana.Amputasi yang dilakukan darurat biasanya dibutuhkan saat pasien mengalami kecelakaan parah dan harus segera ditangani secepat mungkin.Sedangkan amputasi terencana dilakukan saat pasien dan dokter melakukan pertimbangan dengan beberapa alasan.

Alasan Di Balik Anjuran Amputasi

Amputasi Kaki Tangan Dan Jari - Penyebab Komplikasi dan Cara Merawat Pasca Operasi
Saat amputasi dilakukan maka itu berarti jalan terakhir yang memang harus dipilih dan memang pilihan terakhir yang ditentukan oleh dokter.Ada beberapa alasan dan pertimbanan khusus tentang keputusan tersebut.Alasan tersebut antara lain yaitu:

- Adanya jaringan kulit mati atau gangren
- Adanya infeksi yang parah dan tak kunjung membaik.Misalnya ada luka kaki penderita diabetes yang susah disembuhkan
- Adanya kanker pada bagian tubuh tertentu misalnya di tulang atau jaringan otot
- Adanya rasa sakit yang teramat terus menerus dan cacat parah sehingga tidak dapat berfungsi.
- Cedera berat,misalnya karena ledakan,luka karena gigitan hewan dan luka bakar yang parah.
- Frostbite atau radang dingin.

Diagnosis Sebelum Amputasi

Dokter akan memeriksa kondisi dan menentukan jenis amputasi yang akan dijalani sebelum anda melakukan operasi pemotongan.Metode pemeriksaan yang biasanya dilakukan sebelum melakukan operasi antara lain yaitu:
- Memeriksa kesehatan secara menyeluruh untuk mengetahui keadaan fisik,fungsi ginjal,kesehatan jantung,fungsi sistem pernafasan,serta kecukupan gizi.
- Mengevaluasi kejiwaan pasien yang bertujuan untuk mengetahui apakah pasien bisa menerima dan dampak psikologis serta emosional dari amputasi yang akan dilakukan.Apabila dibutuhkan,dokter akan merekomendasikan pasien untuk mengikuti psikoterapi setelah melakukan amputasi.
- Melakukan pemeriksaan keadaan dan fungsi tungkai yang akan di amputasi.Misalnya mengecek denyut nadi dan sensitifitas kulit di sekitar tempat yang akan di potong.Kegiatan ini akan mempermudah dokter dalam menentukan seberapa besar bagian yang akan di potong dan jaringan yang harus diangkat.Pemeriksaan ini juga akan mengurangi resiko komplikasi setelah amputasi yang mungkin saja dapat terjadi.

Dokter juga biasanya akan menanyakan tentang keadaan lingkungan tempat tinggal,keadaan rumahnya,keluarga karena aspek tersebut sangat memengaruhi pemulihan dan psikologis pasien setelah melakukan amputasi.

Amputasi dan Prostesis

Apabila anda akan menggunakan prostesis atau tungkai palsu maka dokter biasanya akan membantu dan memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan anda.Berikut faktor-faktor yang harus dipertimbangkan,meliputi:
- Keadaan kesehatan secara menyeluruh
- Kekuatan Otot tungkai yang tersisa
- Jenis amputasi yang dijalani
- Fungsi dan bentuk tungkai palsu yang dibutuhkan pasien.Tungkai palsu dan bentuk yang tepat tentunya sangat membantu proses pemulihan dan rehabilitasi yang dijalani pasien.

Operasi Amputasi

Pada saat amputasi dilakukan,dokter hanya akan memotong bagian tubuh yang membutuhkan pemotongan dan juga mengangkat jaringan-jaringan yang rusak.Amputasi dilakukan ketika pasien dalam pengaruh obat bius.Anestesi yang diberikan juga berdasarkan bagian tubuh yang akan diamputasi.

Anestesi Epidural akan diberikan apabila pasien menjalani amputasi di bagian tungkai bawah misalnya kaki dan betis.Sedangkan anestesi umum untuk operasi tungkai atas misalnya tangan atau jari tangan.

Masa Pemulihan dan Rehabilitasi Setelah Amputasi

Setelah proses amputasi berhasil dilakukan,selanjutnya yaitu masa pemulihan.Pada maasa ini,pasien akan dilatih cara merawat luka bekas operasi sehingga dapat merawat luka di rumah.Misalnya cara membersihkan luka dan mengganti perban.

Setelah operasi amputasi dilakukan,terapi fisik juga harus dilakukan tak lama setelah proses operasi.Selanjutnya pasien akan dilatih untuk menggunakan tungkai palsu kira-kira dua minggu setelah operasi.

Luka pasca operasi amputasi akan sembuh dalam kurun waktu 1-2 bulan.Walaupun demikian,seseorang yang baru saja kehilangan bagian tubuhnya pasti membutuhkan adaptasi fisik dan juga mental.Hal tersebut tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Rehabilitasi merupakan salah satu yang terpenting dalam masa pemulihan pasca operasi.Proses rehabilitasi antara lain yaitu:
- Berlatih untuk menggunakan tungkai palsu dan alat-alat bantu yang lain sehingga lebih terbiasa
- Terapi untuk melatih kemampuan dan kendali otot
- Terapi Okupasi untuk kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari

Merawat tungkai yang masih tersisa juga harus dilakukan.Yang paling penting adalah menjaga kebersihan kulit agar terhindar dari infeksi dan iritasi.Tanda-tanda infeksi yang harus di perhatikan antara lain:
- Timbulnya pembengkakan atau pembengkakan yang semakin parah
- Munculnya cairan atau nanah kulit
- Kemerahan pada kulit dan sensitif
Tungkai yang masih tersisa dibasuh menggunakan air dan sabun non-parfum minimal satu kali sehari untuk menjaga kebersihan tungkai.Sebelum tidur sebaiknya tungkai di olesi pelembab.Sebelum menggunakan tungkai palsu juga sebaikny di olesi pelembab dan jangan lupa bersihkan tungkai palsu agar terhindar dari infeksi dan iritasi.

Komplikasi Amputasi

Untuk mencegah hal-hal yang buruk salah satunya komplikasi,selama penyembuhan luka pastinya anda tetap dalam pengawasan dokter.Operasi amputasi darurat cenderung memiliki peluang komplikasi lebih besar jika dibandingkan dengan amputasi yang terencana.Komplikasi yang mungkin saja terjadi pasca amputasi antara lain:

- Luka membutuhkann waktu yang lama untuk sembuh
- Penggumpalan darah
- Infeksi pada luka
- Komplikasi pada jantung misalnya serangan jantung
- Phantom Pain atau nyeri yang dirasakan pada organ tubuh yang sudah tidak ada
- Adanya gangguan psikologis misalnya depresi,tidak bisa menerima kenyataan,hingga dorongan untuk melakukan bunuh diri.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top