Alergi Makanan - Penyebab Gejala dan Obat Apotik Untuk Anak & Orang Dewasa

9:06 AM

Pengertian Alergi Makanan

Alergi makanan adalah bentuk reaksi alergi yang muncul karena sistem kekebalan tubuh salah dalam merespons protein dari makanan karena dianggap objek berbahaya.Reksi alergi yang timbul dapat berupa gatal-gatal dan ruam di kulit.

Alergi Makanan - Penyebab Gejala Ciri Tanda dan Obat Apotik Untuk Anak Anak Serta Orang Dewasa
Berdasarkan zat pemicu serta jangka waktu timbulnya reaksi alergi,alergi makanan sendiri di bagi dalam tiga jenis antara lain:

- Immunoglobulin E yaitu salah satu zat antibodi yang terdapat dalam sistem kekebalan tubuh.Gejala alergi makanan yang disebabkan oleh produksi zat ini merupakan alergi makanan yang paling sering terjadi dan tubuh akan langsung bereaksi sesaat setelah makan.
- Selanjutnya yaitu alergi makanan yang muncul namun penyebabnya adalah zat-zat antibodi selain  immunoglobulin E.Gejala alergi pada jenis ini akan muncul agak lama biasanya dalam hitungan jam setelah penderita makan.
- Terakhir yaitu alergi makanan yang disebabkan oleh gabungan antara  immunoglobulin E dengan non-immunoglobulin E.Seseorang yang menderita alergi ini biasanya akan merasakan gejala alergi dari kedua jenis alergi makanan tersebut.

Gejala Alergi Makanan

Gejala alergi makanan yang disebabkan oleh zat  immunoglobulin E akan mengalami gejala aergi berupa ruam merah,gatal pada kulit,rasa kesemutan atau gatal di dalam mulut,susah mene;an dan terjadi pembengkakan di sekitar wajah,mulut dan beberapa bagian tubuh yang lain.Ruam akan muncul pada bagian permukaan kulit.Selain itu,penderita alergi makanan jenis ini juga akan mengalami mual dan muntah,mata gatal,pusing,bersin-bersin,diare,sakit perut dan sesak nafas.

Sedangkan pada kasus alergi makanan non- immunoglobulin E,gejala yang muncul sebenarnya hampir sama dengan alergi makanan yang disebabkan oleh zat  immunoglobulin E misalnya gatal dan muncul ruam di permukaan kulit.Tapi ruam pada jenis alergi ini tidak terlalu kelihatan.Ada juga yang mengalami gejala sejenis penyakit eksim atopik yakni kulit menjadi kering dan pecah-pecah,kemerahan dan gatal.

Selain itu,gejala alergi makanan non- immunoglobulin E bisa menimbulkan gejala-gejala yang mirip dengan keadaan yang lainnya sehingga akan sedikit sulit untuk membedakan gejala alergi.Gejala-gejala alergi antara lain:

- Timbul gangguan pencernaan
- Nyeri ulu hati
- Frekuensi BAB meningkat
- Sembelit
- Terdapat lendir atau darah di kotoran
- Kelamin dan anus warnanya menjadi kemerahan
- Kulit menjadi pucat
- untuk pasien bayi,cenderung menjadi lebih rewel

ALergi makanan tidak boleh dipandang sebelah mata mengingat terbuka kesempatan pada keadaan yang cukup parah yang bernama Anafilaksis (reaksi alergi parah).Anafilaksis muncul dengan tanda-tanda yang tidak terlalu berbeda dengan alergi makanan biasa tapi dengan waktu yang singkat reaksi alergi akan berubah sangat buruk sehingga penderita akan mengalami detak jantung yang sangat cepat,susah bernafas,menurunnya tekanan darah,pingsan dan dapat beresiko meninggal dunia jika Anafilaksis tidak di tangani dengan baik.

Makanan-makanan penyebab Alergi

Hampir semua jenis makanan bisa menyebabkan alergi.Tapi ada beberapa jenis makanan khusus yang paling berpotensi menyebabkan alergi.Makanan tersebut antara lain udang,lobster,kepiting,ikan dan kacang-kacangan.

Alergi yang disebabkan kacang-kacangan biasanya menyerang anak-anak.Selain karena kacang,anak-anak juga sangat rawan terserang resiko alergi karena mengonsumsi telur,susu,gandum dan kedelai.Biasanya,pada alergi susu akan menimbulkan gejala alergi yang berupa gejala campuran yang terdapat pada alergi immunoglobulin E dan non-immunoglobulin E, yaitu pembengkakan dan sembelit.

Faktor-faktor Peningkat Resiko Alergi Makanan

Apabila anda menderita alergi selain alergi makanan,maka secara tidak langsung anda memiliki peluang yang sangat besar pada resiko terkena alergi makanan jika dibandingkan dengano orang-orang yang tidak memiliki riwayat alergi.Selanjutnya yaitu orang yang menderita asma adalah orang yang memiliki peringkat kedua risiko terkena alergi makanan karena keadaan ini akan muncul secara bersama-sama.

Kemudian faktor genetik.Jika anggota keluarga anda misalnya orangtua memiliki riwayat penyakit alergi,biduran,eksim,dan asma maka anda juga beresiko tinggi terkena penyakit alergi makanan.
Terakhir yaitu usia anak-anak.Anak-anak dan bayi memang cenderung lebih tinggi terkena alergi makanan jika dibandingkan dengan orang dewasa.Hal ini disebabkan daya serap sistem pencernaan manusi pada makanan-makanan pemicu alergi dan seiring bertambahnya usia,penyebab alergi akan menurun.

Walaupun resiko alergi makanan akan menurun seiring bertambahnya usia,tapi masih ada kemungkinan alergi makanan akan kembali muncul saat penderita sudah dewasa.Apalagi jika penderita tersebut ketika masih anak-anak alergi pada udang,lobster,kepiting dan sering terserang alergi yang cukup parah maka saat seumur hidup mereka,alergi akan terus mengintai.

Diagnosis ALergi Makanan

Ketika dokter akan mendiagnosa pasien,dokter akan bertanya tentang riwayat dan gejala kesehatan yang dialami ileh pasien tersebut sebelum melakukan cek laboratorium.Dokter biasanya juga akan menanyakan tentang sering tidaknya gejala itu muncul serta makanan apa saja yang menjadi penyebab alergi.Dokter juga akan memastikan apakah ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit alergi atau tidak walaupun itu bukan alergi makanan.

Jika informasi dari pasien sudah cukup,selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih dalam untuk memperkuat diagnosis.Pemeriksaan pertama yang akan dilakukan yaitu tes darah yang berguna untuk mengukur kadar antibodi alergi atau immunoglobulin.

Pemeriksaan selanjutnya yaitu tes tusuk kulit.Pada pemeriksaan ini,dokter akan menaruh zat alergen ekstrak suatu makanan yang disinyalir sebagai penyebab alergi.Lalu dokter akan menusuk-nusuk kulit menggunakan jarum kecil steril agar alergen masuk ke dalam tubuh.Apabila tubuh sudah menunjukkan reaksi alergi misalnya kemerahan,gatal,atau bengkak maka anda positif menderita alergi makanan yang di tes.

Pemeriksaan yang ketiga yaitu tes eliminasi makanan.Pada tes ini,dokter akan menugaskan anda untuk menghindari suatu jenis makanan yang disinyalir sebagai penyebab alergi atau alergen selama satu hingga satu setengah bulan lamanya.Jika tubuh anda tidak menunjukkan reaksi alergi pada waktu tersebut dan mengalami gejala alergi setelah makanan itu dikonsumsi lagi maka anda memang menderita alergi makanan.

Tes darah dan tes tusuk kulit dilakukan pada pasien yang diindikasi menderita alergu makanan yang disebabkan zat immonoglobulin E yaitu gejala yang berkembang sangat cepat dan tes eliminasi makanan biasanya dilakukan pada kasus non-zat immonoglobulin E yaitu jenis gejala alergi yang berkembang lambat.

Perhatian!jangan sekali-kali anda mencoba melakukan tes uji alergi makanan sendiri tanpa pengawasan atau bimbingan dari dokter agar anda terhindar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya Anafilaksis.

Pengobatan Alergi Makanan

Hingga saat ini memang belum ada obat yang dapat menyembuhkan alergi makanan.Namun pengobatan disini bertujuan untuk mengurangi resiko gejala alergi dan untuk kebaikan anda sendiri,sebaiknya jangan mengonsumsi makanan alergen atau penyebab alergi.

Obat yang bisa digunakan untuk meminimalisir gejala alergi ada 2 jenis.Pertama yaitu Antihistamin yang berfungsi untuk meredakan gejala alergi yang ringan sampai menengah.

Namun sebelum anda mengonsumsi obat alergi sebainya anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengingat ada beberapa jenis obat Antihistamin yang kurang cocok jika dikonsumsi oleh anak-anak di bawah 2 tahun antara lain promethazine dan alimemazine.

Kemudian berlanjut pada jenis obat kedua yaitu obat yang mengandung adrenalin.Obat ini biasanya digunakan untuk menangani alergi parah yaitu Anafilaksis dengan cara dokter menyuntikkannya pada pasien.Adrenalin akan menangani alergi parah dengan membuat saluran pernafasannya lebih lebar sehingga bisa bernafas kembali dan akan menangani tekanan darah rendah pada pasien.

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Ke dokter

Apabila anda atau orang di sekitar anda mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi makanan tertentu,sebaiknya segera pergi ke dokter untuk mengantisipasi hal-hal yang buruk.Hal ini akan mempermudah dokter dalam bekerja karena dapat mendiagnosa alergi dengan cepat.

Apabila anda atau orang disekitar anda mengalami reaksi alergi parah atau Anafilaksis,sebaiknya segera di bawa ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan.Pasien yang menderita Anafilaksis harus segera ditangani tim medis sehingga tidak sampai merenggut nyawanya.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top