ADHD Hiperaktif - Penyebab Gejala Dan Cara Mengobatinya

9:39 PM

Pengertian ADHD

Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD biasa juga dikenal dengan istilah Hiperaktif. ADHD sendiri yaitu masalah jangka panjang yang menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang terus muncuk hingga dewasa.ADHD umumnya menyerang seseorang yang mengalami gangguan dalam belajar namun sebenarnya bisa menyerang siapa saja.

Ada beberapa gejala perilaku yang muncul pada penderita ADHD yaitu mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi dan muncul tingkah hiperaktif serta impulsif.Gejala tersebut biasanya muncul sejak usia anak masih dini dan semakin jelas saat terjadi perubahan keadaan disekelilingnya misal di sekolah saat ia mulai belajar.Menurut pengalaman kasus-kasus sebelumnya,penderita ADHD barud dapat terdeteksi saat anak tersebut berusia 6-12 tahun.Penderita ADHD biasanya akan mengalami kesulitan saat berteman,rendah diri dan prestasinya pun cenderung minim.

ADHD Hiperaktif - Penyebab Gejala Dan Cara Mengobatinya Dengan Herbal Alami Dan Obat Kimiawi Medis

ADHD biasanya lebih sering terjadi dan mudah terlihat pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan.Hal ini disebabkan anak laki-laki tingkahnya lebih hiperaktif sedangkan anak perempuan lebih diam namun tetap mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi.

Gejala ADHD

ADHD bisa dideteksi sejak usianya masih dini atau sebelum 6 tahun yang akan terus jelas terlihat perubahannya ketika pasien sudah mulai terjun ke lingkungan salah satunya sekolah.ADHD biasanya mulai terlihat ketika dalam rentan usia 6-12 tahun yang akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

- Mengalami kesulitan untuk mematuhi perintah
- Ceroboh ketika mengerjakan tugas
- Tidak sabar
- Sering kehilangan barang (alat tulis) dan mudah lupa
- Mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan perhatiannya mudah teralihkan
- Terlihat tidak mau mendengarkan
- Selalu bertingkah dan terlihat gelisah
- Mengalami kesulitan untuk mengatur
- Jarang mengerjakan tugas dan suka bergonta ganti tugas
- Fisiknya Terlalu aktif
- Terlalu sering berbicara
- Bertingkah tanpa berfikir panjang
- Kurang paham tentang konsekuensi dan bahaya
- Suka memotong pembicaraan orang lain

Gejala ADHD pada anak-anak dan remaja masih mudah untuk dikenali dan sangat berbeda dengan gejala pada orang dewasa yang cenderung susah untuk di deteksi.Ada beberapa pakar yang menyatakan jika hal tersebut terjadi karena gejala ADHD pada orang dewasa merupakan pembawaan dari apa yang dialami saat anak-anak.

Gejala ADHD diatas cenderung lebih sering dialami oleh anak-anak dan remaja.Namun beberapa gejala tersebut juga dialami oleh orang dewasa.Dimana saat pasien ADHD dewasa cenderung sedikit sekali gejalanua namun akan mengalami masalah pada kesulitan untuk berkonsentrasi dan akan semakin parah karena bisa meningkatkan resiko tekanan hidup.

Seorang penderita ADHD dewasa umumnya akan mengalami masalah dalam pendidikan dan pekerjaan ataupun berorganisasi serta menentukan prioritas.Kehidupan dan hubungan sosialnya juga akan terhambat misalnya akan kesulitan dalam mendapatkan pasangan dan teman karena sering uring-uringan serta sangat mudah emosi.

ADHD sendiri tidak akan membuat gangguan psikologis atau perkembangan yang lainnya namun keadaan ini biasanya akan dibarengi dengan masalah dalam hal lain misalnya depresi,gangguan bipolar dan gangguan obsesif kompulsif atau OCD.
Apabila anda curiga dengan anak atau keluarga di rumah dengan menunjukkan beberapa gejala tersebut,sebaiknya segera pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik dan psikologis untuk mendiagnosa masalah gangguan tersebut dan juga segera mengetahui apa penyebabnya.

Penyebab ADHD

Hingga saat ini belum diketahui apa yang menyebabkan ADHD terjadi.Namun ada penelitian yang mengungkapkan jika ADHD dapat terjadi karena kombinasi dari beberapa faktor,antara lain:

- Faktor Keturunan
Mempunyai ibu,ayah,dan saudara yang memiliki gangguan sama atau gangguan mental yang lainnya
- Kelahiran Prematur
Lahir saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu
- Kelainan pada struktur atau fungsi otak misalnya ketidakseimbangan kadar neurotransmiter di otak dan kinerjanya pun terganggu
- Kerusakan jaringan otak yang terjadi saat janin masih di dalam kandungan
- Seorang ibu yang sedang hamil namun mengkonsumsi obat-obatan terlarang,minuman keras dan merokok
- Pajanan racun dari lingkunga sekitar ketika anak-anak contoh timah yang terdapat di cat

Diagnosis

Seorang anak yang mengalami kesulitan konsentrasi dan hiperaktif belum tentu menderita ADHD.Hal ini disebabkan,seorang anak yang memiliki fisik sehat pasti akan aktif serta membuat orang tuanya pusing.Tidak berbeda dengan anak-anak,remaja juga sering berbuat tingkah yang kurang mengenakkan hati.Jadi jika seseorang terlihat seperti tidak mendengarkan pembicaraan,berperilaku impulsif dan perhatiannya mudah teralihkan belum tentu mereka mengidap ADHD.

Sehingga sangat perlu dilakukan proses diagnosis ADHD yang dilakukan dengan penuh kerjasama dengan beberapa pihak.Terdapat beberapa rangkaian pemeriksaan fisik dan psikologis dari dokter anak dan juga ahli psikiater untuk menentukannya.Selain pihak keluarga,sekolah pun harus ikut berpartisipasi (diutamakan guru)

Diagnosis ADHD untuk pasien remaja mcenderung lebih sulit dan diagnosis dapat diapstikan ketika si pasien sudah mengalami gejala ADHD saat masih anak-anak.
Dalam mendiagnosa ADHD,biasanya seorang dokter akan dibantu oleh psikiater dan akan melibatkan keluarga serta pihak sekolah.Menurut dokter,seseorang tidak mengidap ADHD ketika ia tidak mengalami gejala tersebut sejak masih anak-anak.

Penanganan ADHD

ADHD memang tidak bisa disembuhkan secara keseluruhan namun ada obat dan juga terapi untuk ADHD yang bisa dijadikan pilihan untuk meringankan gejala ADHD sehingga penderita bisa hidup lebih baik.Dengan menggabungkan obat dan terapi maka ADHD bisa ditangani dengan baik.
Namun tidak ada cara instant untuk menangani ADHD.Tentunya dibutuhkan komitmen waktu,emosi dan finansial yang cukup banyak agar bisa menemukan kombinasi dan metode cara menangani ADHD yang terbaik.

1. Penanganan Dengan Obat-obatan
Terdapat 5 jenis obat yang bisa digunakan untuk meringankan gejala ADHD yaitu methylphenidate, dexamfetamine, lisdexamfetamine atomoxetine, dan guanfacine.Apabila mengonsumsi obat-obatan tersebut,akan membuat penderita menjadi lebih tenang dan dapat menurunkan sikap impulsif yang akan membuat penderita lebih fokus.

Methylphenidate, dexamfetamine, dan lisdexamfetamine adalah golongan obat stimulan yang bisa bekerja untuk memicu kinerja aktivitas otak terutama dibagian untuk mengendalikan kemampuan konsentrasi dan perilaku.

Dexamfetamine biasanya diberikan pada pasien anak-anak usia 3 tahun.Sedangkan Methylphenidate diberikan pada anak-anak dan remaja diatas 6 tahun.Namun jika obat stimulan tidak cocok pada tubuh pasien yang disebabkan oleh alasan kesehatan yang lain bisa diganti dengan atomoxetine yang juga termasuk dalam jenis obat selective noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI).SNRI berguna untuk meningkatkan kadar senyawa noradrenalin pada otak sehingga akan mebantu meningkatkan konsentrasi dan mengendalikan impuls.Selain itu,obat atomoxetine juga dapat diresepkan untuk pasien anak-anak hingga remaja usia diatas 6 tahun.

Namun jika pasien anak-anak tidak bisa mengkonsumsi obat diatas,bisa diganti dengan mengkonsumsi guanfacine yang juga berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi dan menurunkan tekanan darah.

Hampir semua jenis obat memiliki efek samping termasuk obat untuk ADHD.Efek samping yang biasanya muncul yaitu sakit kepala,nafsu makan berkurang,dan gangguan penecernaan.Selain efek samping tersebut,pengguna obaty atomoxetine juga harus berhati-hati karena obat ini bisa menimbulkan efek samping yang serius misalnya akan menimbulkan rasa ingin bunuh diri serta kerusakan pada hati.

Untuk kebaikan bersama,seorang pasien yang sudah menjalani perawatan,sebaiknya rutin untuk memeriksakan kondisinya secara berkala.

2. Penanganan Melalui Terapi
Cara untuk menangani ADHD juga bisa dibarengi dengan terapi yang berguna untuk mengatsi masalah gangguan lain yang mungkin saja menyertai ADHD misalnya depresi,dan beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan antara lain yaitu:

- Terapi psikologi
Seorang pasien ADHD bisanya akan mengalami kesulitan untuk menangani gejala ADHD dan juga untuk mencari cara untuk mengatasi gejala tersebut.Terapi psikologis yaitu pasien akan diajak untuk sharing sehingga bisa menceritakan apa yang dirasakan.

- Terapi perilaku kognitif atau CBT (cognitive behavioural therapy)
Terapi ini berguna untuk membantu pasien ADHD agar bisa mengubah cara berfikir dan perilaku ketika menghadapi masalah dan keadaan tertentu.

- Pelatihan Interaksi Sosial
Terapi ini dapat membantu pasien ADHD untuk mengerti perilaku sosial yang layak dalam situasi tertentu.Keluarga,guru dan semua orang-orang disekeliling pasien juga harus berpartisipasi dalam terapi ini.Di bawah ini ada beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan oleh orang-orang disekitas pasien:

1. Terapi Pelaku
Pada terapi ini,perawat pasien ADHD dan orang tua saling bekerjasama untuk menyusun langkah agar bisa membantu penderita dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan juga mengatasi situasi yang kurang bersahabat.Contohnya memberikan pujian dan memberikan support

2. Program Pelatihan dan Pengajaran Untuk Orang Tua
Pada langkah ini,orang tua harus lebih bisa memahami tingkah dari pasien ADHD.ADHD sendiri memang tidak bisa untuk disembuhkan nmaun diagnosis dan penanganan yang bagus setidaknya membuat pasien ADHD lebih bisa beradaptasi dengan keadaan di lingkungan sekitarnya.

Artikel DokterBidan.Com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top